BREAKING NEWS

Sekprov Sulbar Sampaikan, ASN Tak Cukup Sekadar Bekerja, Pengabdian Menuntut Dedikasi

 

Mamuju, TOKATA.id - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memperkuat pengabdian, meningkatkan dedikasi, dan menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Junda saat memimpin apel virtual dari Majene, Senin, 5 Oktober 2026. Momentum Hari Jadi ke-20 Provinsi Sulawesi Barat, menurutnya, semestinya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menengok kembali perjalanan daerah sekaligus merefleksikan sejauh mana ASN telah memberi arti bagi pembangunan.

Mengusung tema “Mengabdi dan Berkarya Bersama Menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, peringatan dua dekade Sulbar dinilai menjadi momentum penting untuk menerjemahkan kata “mengabdi” ke dalam kerja yang lebih nyata.

Junda menegaskan, menjadi ASN tidak cukup hanya dengan menunaikan kewajiban sesuai jam kerja. Lebih dari itu, aparatur dituntut menghadirkan dedikasi yang melampaui rutinitas demi mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

"Kalau kita sebagai ASN hanya menjalankan tugas kita sehari-hari, itu belum dikatakan mengabdi atau belum dikatakan berdedikasi. Kenapa? Karena memang itu menjadi tugas kita sebagai konsekuensi kita diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara," tegas Junda.

Menurut dia, pengabdian sejati lahir dari kemauan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh, bukan semata-mata karena kewajiban.

"Tapi sebagai ASN, kita dituntut untuk mengabdi. Mengabdi berarti menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan sesungguh-sungguhnya, dengan kemauan yang luar biasa di luar standar-standar yang ada. Jadi kalau hanya kita masuk pagi jam 07.30 kemudian pulang jam 04.00 sore, itu belum dikatakan kita mengabdi," tambahnya.

Junda juga mengurai makna “berkarya” dan “bersama” dalam tema Hari Jadi Sulbar ke-20. Menurutnya, setiap program dan kebijakan pemerintah harus bermuara pada karya yang nyata, efisien, dan terintegrasi.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi. Persoalan pembangunan, katanya, tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama yang melihat persoalan daerah secara utuh dan komprehensif.

Dalam kesempatan tersebut, Junda turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Sulawesi Barat sejak awal berdiri hingga kini. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar, misalnya, meningkat dari Rp4,45 triliun sebelum 2004 menjadi Rp54,65 triliun.

Di sektor sosial, angka kemiskinan yang sebelumnya berada di kisaran 20 persen disebut telah ditekan menjadi sekitar 10 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 58 poin menjadi 71 poin.

Sulawesi Barat juga mencatat tingkat pengangguran terendah serta meraih penghargaan kinerja penurunan pengangguran peringkat pertama di Region Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri.

Namun, di balik capaian tersebut, Junda mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Peningkatan IPM dan penurunan kemiskinan, misalnya, masih perlu terus digenjot agar capaian Sulbar dapat semakin mendekati rata-rata nasional.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk menjaga kepercayaan diri, memperkuat kekompakan, dan menjadikan setiap pekerjaan sebagai bagian dari ikhtiar membangun Sulawesi Barat.

"Saya sebagai pimpinan tertinggi ASN di Provinsi Sulawesi Barat itu mengajak kepada kita semua, kalau bukan kita yang kompak, lalu siapa lagi? Saya mengajak kepada seluruh ASN, ayo tingkatkan kinerja kita, tingkatkan semangat kita untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat," pungkasnya. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar