BREAKING NEWS

Dari Apel Kamtibmas Lalu Lintas, Maddareski Serukan Budaya Keselamatan di Sulbar

 

Mamuju, TOKATA.id - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski Salatin, menghadiri apel bersama Sabuk Kamtibmas Lalu Lintas di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, Sabtu (29/8/2026).

Apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun keamanan, ketertiban, serta keselamatan berlalu lintas di Sulawesi Barat.

Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan jalan raya yang menjadi ruang perjumpaan berbagai kepentingan, Maddareski mengingatkan bahwa keselamatan bukan semata urusan petugas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Menurutnya, persoalan lalu lintas tidak hanya menyangkut kelancaran arus kendaraan, tetapi jauh lebih penting: menyangkut keselamatan jiwa, kenyamanan masyarakat, dan terciptanya ruang publik yang aman bagi setiap pengguna jalan.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, kita harus membangun kesadaran bersama bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata karena adanya aturan atau pengawasan dari petugas, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kita untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Maddareski.

Ia menegaskan, setiap pengguna jalan memiliki peran dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Pengendara kendaraan bermotor diminta mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk maupun di bawah pengaruh alkohol.

Kecepatan, kata dia, juga tidak boleh ditempatkan di atas keselamatan.

Sebab, di jalan raya, satu keputusan dalam hitungan detik dapat menentukan keselamatan seseorang. Kecerobohan yang tampak kecil dapat berujung pada kecelakaan yang dampaknya jauh lebih besar.

Maddareski menilai, budaya tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda. Edukasi keselamatan jalan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang-ruang publik.

“Anak-anak dan generasi muda harus kita berikan pemahaman sejak awal bahwa jalan raya merupakan ruang bersama. Ada pejalan kaki, pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, pesepeda, dan pengguna jalan lainnya. Semua memiliki hak untuk mendapatkan keselamatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh pelanggaran lalu lintas, sekecil apa pun. Menerobos lampu merah, melawan arus, tidak mengenakan helm, membawa penumpang melebihi kapasitas, hingga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi merupakan perilaku yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Dampaknya pun tidak berhenti pada pelanggar. Kesalahan satu orang dapat menyeret keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan baru kita sadar pentingnya keselamatan. Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Satu tindakan disiplin di jalan dapat menyelamatkan satu nyawa, bahkan lebih,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Maddareski menilai keberadaan Sabuk Kamtibmas Lalu Lintas memiliki arti penting. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas dinilai dapat memperkuat langkah kepolisian dan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, komunitas lalu lintas, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan lalu lintas, mulai dari kepadatan kendaraan, pelanggaran aturan, keselamatan pejalan kaki, hingga upaya menekan angka kecelakaan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyediakan fasilitas dan kebijakan yang mendukung keselamatan. Kepolisian memiliki peran dalam penegakan hukum dan pembinaan masyarakat. Sementara masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menaati aturan dan menjaga keselamatan bersama,” jelasnya.

Selain kedisiplinan pengguna jalan, Maddareski menekankan pentingnya dukungan terhadap penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi yang aman.

Kondisi jalan, penerangan, rambu-rambu, marka jalan, fasilitas penyeberangan, serta berbagai sarana pendukung lainnya, menurut dia, harus menjadi perhatian bersama. Infrastruktur yang baik merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui apel bersama tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, komitmen keselamatan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.

“Apel ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita. Yang paling penting adalah bagaimana semangat keselamatan itu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin masyarakat Sulawesi Barat semakin sadar bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama,” ujarnya.

Maddareski juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Menurutnya, perubahan budaya berlalu lintas dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mengenakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu, memberikan kesempatan kepada pengguna jalan lain, menjaga kecepatan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Mulailah dari diri kita sendiri. Jadilah contoh bagi keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Kalau setiap orang memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan, maka jalan raya akan menjadi tempat yang lebih aman bagi semua,” tuturnya.

Ia menambahkan, keselamatan lalu lintas pada akhirnya berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

Setiap kecelakaan yang berhasil dicegah bukan sekadar angka yang berkurang dalam statistik. Di baliknya ada keluarga yang terhindar dari kehilangan orang yang dicintai, anak-anak yang tetap dapat tumbuh bersama orang tuanya, serta masyarakat yang dapat menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dengan lebih tenang.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka berkomitmen untuk terus mendukung berbagai langkah yang berorientasi pada keselamatan masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan transportasi.

Maddareski berharap seluruh pihak menjadikan keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban ketika berada di bawah pengawasan petugas.

“Keselamatan bukan pilihan dan bukan sekadar aturan. Keselamatan adalah kebutuhan kita semua. Mari kita bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, nyaman, dan berkeselamatan demi masyarakat Sulawesi Barat,” (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar