Karhutla Mengancam Kesehatan, DKPPKB Sulbar Imbau Warga Waspadai Paparan Asap
Mamuju, TOKATA.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan semata persoalan lingkungan. Di balik kepulan asap yang mengaburkan pandangan, terselip ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Partikel dan zat pencemar yang dilepaskan ke udara dapat menurunkan kualitas udara sekaligus masuk ke saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.
“Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan yang semakin berat,” kata Nursyamsi, Senin, 5 Oktober 2026.
DKPPKB Sulawesi Barat mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda-tanda bahaya akibat paparan asap, antara lain sesak berat, kesulitan bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang terus memburuk. Jika gejala tersebut muncul, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Perlindungan dari asap bukan hanya soal menggunakan masker atau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Lebih jauh, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah sumber asap itu sendiri dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Menjaga kualitas udara, membatasi paparan asap, menggunakan masker saat diperlukan, serta merawat lingkungan merupakan langkah-langkah sederhana yang, jika dilakukan bersama, dapat menjadi benteng bagi kesehatan masyarakat.
Menurut Nursyamsi, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat perlu berjalan bersama meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat ditekan seminimal mungkin.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, termasuk melalui lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin terlindungi. (*/Rigo Pramana)
