Dari Upacara ke Medan Bencana, Sinergi TNI-BPBD Sulbar Menjawab Ancaman Karhutla
Mamuju, TOKATA.id - Sinergi tak selalu berhenti di lapangan upacara. Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin, 5 Oktober 2026, semangat kebersamaan itu justru menemukan maknanya di tengah kerja nyata penanggulangan bencana.
Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI yang digelar di halaman Korem 142/Taroada Tarogau (Tatag), Mamuju.
Upacara dipimpin Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono, dan diikuti unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, berbagai elemen masyarakat serta organisasi perangkat daerah di Provinsi Sulawesi Barat.
Kehadiran jajaran BPBD Sulbar menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, terutama dalam menjaga ketahanan, keamanan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Sulawesi Barat.
Namun, bagi BPBD Sulbar, makna sinergi itu bukan sekadar hadir dalam sebuah seremoni. Sehari sebelumnya, ketika api menjalar di wilayah Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, personel penanggulangan bencana harus bergerak meninggalkan ruang-ruang formal menuju medan yang jauh lebih terjal.
Melalui Tim IV Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan serta Hidrometeorologi lainnya, BPBD Provinsi Sulawesi Barat menindaklanjuti laporan kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Lebani pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan di bawah koordinasi Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah. Laporan diterima dari Damkar Kabupaten Mamuju sekitar pukul 14.10 WITA untuk segera ditindaklanjuti.
Sebagian personel Tim IV Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan BPBD Sulbar kemudian bergerak menuju lokasi bersama unsur terkait. Mereka melakukan pemantauan, pendataan, koordinasi, sekaligus penanganan kebakaran.
Tantangan di lapangan tidak ringan. Titik kebakaran berada di kawasan perbukitan/pegunungan dengan akses yang sulit dijangkau. Sumber air pun berada cukup jauh dari lokasi, membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga, ketekunan dan koordinasi lintas unsur.
Tim gabungan kemudian mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Suplai air dilakukan ke lokasi kejadian, sementara pemadaman secara manual dilaksanakan bersama masyarakat setempat.
BPBD Provinsi Sulawesi Barat mengerahkan satu unit mobil tangki air untuk mendukung pemadaman. Penanganan diperkuat satu unit mobil Damkar Kabupaten Mamuju dan satu unit water tank Korem Mamuju.
Koordinasi juga dilakukan secara intensif antara BPBD Provinsi Sulawesi Barat, BPBD Kabupaten Mamuju, Damkar Kabupaten Mamuju, unsur TNI, Manggala Agni, pemerintah serta masyarakat setempat.
Di tengah peringatan HUT ke-81 TNI, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan Karhutla tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan tidak berhenti pada simbol dan seremoni. Ia menjelma menjadi kerja bersama ketika masyarakat membutuhkan kehadiran negara.
Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan kehadiran jajaran BPBD Sulbar dalam peringatan HUT TNI menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan sinergitas antarlembaga.
Menurutnya, sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kolaborasi dengan TNI, Polri dan seluruh stakeholder dalam membangun daerah yang tangguh menghadapi berbagai ancaman dan risiko bencana.
“BPBD Sulawesi Barat akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan TNI, Polri serta seluruh stakeholder. Penanggulangan bencana membutuhkan kebersamaan, kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak,” ujar Yasir Fattah.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, terutama ketika medan sulit dan sumber air terbatas.
“BPBD hadir dan merespon setiap menerima laporan kejadian. Tim IV Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan, termasuk mendukung suplai air untuk proses pemadaman,” ujar Yasir Fattah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Desa Lebani, termasuk masyarakat yang turut membantu proses pemadaman secara manual.
Berdasarkan kondisi terkini, api di lokasi kejadian telah berhasil dipadamkan. Tim tetap melakukan pemantauan dan pendataan guna memastikan tidak terdapat titik api baru maupun potensi munculnya kembali api di sekitar lokasi terdampak.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 pada akhirnya bukan hanya menjadi penanda perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara. Di Sulawesi Barat, semangat itu menemukan wajahnya dalam kerja bersama—dari lapangan upacara hingga lereng perbukitan, dari penghormatan dalam seremoni hingga perjuangan memadamkan api.
Sebab, dalam menghadapi bencana, kekuatan terbesar bukan semata pada peralatan atau jumlah personel, melainkan pada kesediaan untuk bergerak bersama ketika keadaan memanggil. (*/Rigo Pramana)
