Suhardi Duka: Integritas Adalah Fondasi Kepemimpinan dan Sumber Kepercayaan Organisasi
Mamuju, TOKATA.id – Sebanyak 40 aparatur sipil negara (ASN) dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial, dan Fungsional itu berlangsung di Gedung Theater, Lantai II Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (12/8/2026).
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, setelah diawali laporan penyelenggaraan yang disampaikan Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail.
Dalam laporannya, Herdin menyebut PKA Angkatan I Tahun 2026 diikuti 40 peserta dari berbagai perangkat daerah. Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning, yang memadukan pembelajaran daring dan klasikal, dengan pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan, mampu mengelola perubahan, serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik,” ujar Herdin.
Usai laporan penyelenggaraan, Suhardi Duka membuka pelatihan sekaligus memberikan materi mengenai Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan Pancasila, dan Integritas kepada para peserta.
Di hadapan peserta, Suhardi menegaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting bagi seorang pejabat administrator dalam menjalankan tugas pemerintahan. Seorang pemimpin birokrasi, kata dia, tidak cukup hanya cakap mengelola organisasi, tetapi juga harus mampu menjaga agar setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan bangsa dan negara.
Menurutnya, wawasan kebangsaan diperlukan untuk memperkuat persatuan, mencegah penyalahgunaan wewenang, menghadapi tantangan global, memperkokoh tata kelola pemerintahan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Namun, kecakapan kepemimpinan akan kehilangan makna apabila tidak ditopang integritas. Karena itu, Suhardi menempatkan integritas sebagai nilai dasar yang melekat dalam diri seorang pemimpin birokrasi.
“Integritas adalah fondasi kepemimpinan karena menjadi sumber kepercayaan organisasi. Integritas terwujud ketika nilai, pikiran, perkataan, dan tindakan berjalan secara konsisten berdasarkan prinsip moral, etika, dan peraturan yang berlaku,” tegas Suhardi Duka.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam pembukaan PKA. Sebab, di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis, pemimpin administrator dituntut bukan hanya mampu bekerja secara efektif, tetapi juga memiliki keteguhan moral dalam setiap keputusan dan tindakan.
Sebagai penanda dimulainya pelaksanaan PKA Angkatan I Tahun 2026, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Barat, didampingi Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, kepada perwakilan peserta.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap lahir administrator yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan Pancasila, menjunjung tinggi integritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu melahirkan inovasi yang memberi dampak nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Program itu sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memperkuat kualitas sumber daya aparatur—membangun birokrasi yang tidak sekadar bekerja berdasarkan aturan, tetapi juga bergerak dengan kompetensi, berakar pada integritas, dan berujung pada pelayanan bagi masyarakat.
(*/Rigo Pramana)
