IPLT Mamuju Tengah Segera Dioptimalkan, Sanitasi Aman Jadi Komitmen Bersama
Mamuju Tengah, TOKATA.id - Audiensi antara Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (P3K) Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, yang berlangsung pada Selasa (2/9), menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali fungsi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) secara optimal, berkelanjutan, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan IPLT Kabupaten Mamuju Tengah. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk mendukung target nasional pelayanan sanitasi aman sebesar 30 persen sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029, sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sanitasi.
Optimalisasi tidak hanya menyangkut kesiapan bangunan dan infrastruktur. Balai P3K Sulawesi Barat juga memberikan pendampingan teknis untuk memastikan seluruh komponen IPLT dapat bekerja sesuai standar. Di sisi lain, pendampingan tata kelola diarahkan pada penguatan manajemen operasional dan kelembagaan agar fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai sebuah investasi fisik, melainkan tumbuh menjadi layanan publik yang berjalan efektif dan berkesinambungan.
Kepala Balai P3K Sulawesi Barat, Ir. Wahyu Tri Nugroho, S.T., M.T., menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus bermuara pada satu hal: manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si., menyambut baik pendampingan tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan, termasuk menyiapkan aspek regulasi, kelembagaan, dan operasional.
“Kita hari ini menyepakati pengelolaan dan keberlanjutan program ini. Ini juga menjadi awal sosialisasi bahwa di Mamuju Tengah sudah ada UPTD IPLT Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Insya Allah kita akan segera siapkan regulasi, operasional, dan dukungan yang dibutuhkan agar fasilitas ini segera berfungsi dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, layanan IPLT ditargetkan tidak hanya menyentuh kawasan perkotaan, tetapi menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. Polanya sederhana: ketika bak penampungan air limbah rumah warga telah penuh, masyarakat dapat memperoleh layanan penyedotan menggunakan kendaraan tangki khusus untuk kemudian mengangkut lumpur tinja tersebut ke IPLT.
Di fasilitas itu, limbah akan melalui proses pengolahan hingga memenuhi standar keamanan. Bahkan, hasil olahan yang telah dinyatakan aman nantinya berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman di desa-desa.
Layanan tersebut akan disusun secara terjadwal dengan menjangkau kecamatan dan desa. Pemerintah daerah juga akan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan layanan, sehingga pengelolaan tidak sekadar menunggu, tetapi hadir ketika persoalan sanitasi membutuhkan penanganan.
“Program ini hadir sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah harus siap mengelola, dan yang paling penting menjaga keberlanjutannya. Fasilitas maupun kendaraan telah dibantu oleh pusat, kini tinggal kita kelola dengan baik demi pelayanan publik yang lebih baik,” tambah Wakil Bupati.
Komitmen tersebut menjadi pijakan bagi penerapan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Kabupaten Mamuju Tengah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Di balik urusan yang kerap dianggap sepele, ada lingkungan yang perlu dijaga, kesehatan yang harus dilindungi, serta kualitas hidup masyarakat yang terus dibangun. (Advetorial/Rigo Pramana)
