BREAKING NEWS

Imunisasi Tanpa Konfirmasi Orang Tua, Miskomunikasi Warnai Pelaksanaan di SDI Waeputeh

 
Mamuju Tengah, TOKATA.id - Pelaksanaan program imunisasi di sejumlah sekolah menjadi perhatian menyusul adanya miskomunikasi antara pihak sekolah, petugas kesehatan, dan orang tua siswa. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anak dilaporkan telah menerima suntikan imunisasi sebelum adanya konfirmasi langsung kepada orang tua atau wali siswa.

Pada dasarnya, pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah dilakukan melalui koordinasi antara pihak sekolah dan petugas kesehatan. Informasi mengenai jadwal, jenis imunisasi, serta sasaran penerima semestinya disampaikan terlebih dahulu kepada pihak sekolah untuk kemudian diteruskan kepada orang tua atau wali siswa.

Namun, mekanisme tersebut disebut tidak sepenuhnya berjalan di SD Inpres Waeputeh. Salah seorang orang tua siswa yang meminta namanya tidak ditulis mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan dari pihak sekolah mengenai rencana pelaksanaan imunisasi.

“Yang kami alami sebagai orang tua siswa di SD Inpres Waeputeh, kami tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari sekolah mengenai rencana imunisasi ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan program imunisasi tersebut. Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah minimnya pemberitahuan kepada orang tua, terutama menyangkut kepastian bahwa anak mereka akan menerima vaksin di sekolah.

Saat melakukan konfirmasi kepada petugas kesehatan, ia mendapat informasi bahwa pemberitahuan mengenai program tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pihak sekolah.

“Karena itu, saya datang ke sekolah untuk menanyakan persoalan ini. Namun, pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, mengaku tidak mengetahui perihal imunisasi tersebut karena beliau baru saja menjabat di sekolah itu,” bebernya.

Menurut dia, persoalan imunisasi di sekolah perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait komunikasi dengan orang tua siswa. Ia berharap pihak sekolah dan Dinas Kesehatan memastikan orang tua atau wali benar-benar mengetahui dan memahami pelaksanaan imunisasi sebelum anak mereka menerima vaksin.

“Agar miskomunikasi seperti ini tidak terulang. Jangan sampai ada anak yang sudah mendapatkan vaksin di sekolah, kemudian mendapatkan suntikan serupa lagi di tempat lain karena kurangnya informasi. Hal seperti ini tentu perlu diantisipasi. Karena itu, orang tua siswa harus benar-benar mengetahui kegiatan imunisasi yang diberikan kepada anak mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDI Waeputeh, Herlina, saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui adanya persoalan pemberitahuan kepada orang tua siswa. Ia menjelaskan, dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah sehingga informasi mengenai rencana imunisasi tersebut kemungkinan telah disampaikan kepada kepala sekolah sebelumnya.

Herlina memastikan persoalan serupa akan menjadi perhatian pihak sekolah dan diupayakan tidak kembali terjadi pada pelaksanaan kegiatan berikutnya. (Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar