Di Tengah Kemarau yang Memanjang, Warga Mamuju Tengah Menengadah dalam Salat Istisqa
Mamuju Tengah, TOKATA.id — Di tengah kemarau yang memanjangkan sunyi di langit Mamuju Tengah, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (20/8/2026).
Salat untuk memohon turunnya hujan itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, hingga para santri dan pengasuh pondok pesantren.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan menyusul kemarau panjang yang telah berlangsung sekitar tiga bulan dan berdampak pada sejumlah wilayah di daerah tersebut.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau panjang atau El Nino diperkirakan akan berlangsung cukup panjang dan sangat berdampak di Kabupaten Mamuju Tengah,” terang Arsal seusai pelaksanaan Salat Istisqa.
Menurut Arsal, kekeringan dalam dua hingga tiga bulan terakhir telah dirasakan di berbagai wilayah. Lebih dari 20 desa disebut terdampak kondisi tersebut.
“Yang kita rasakan saat ini adalah kekeringan di mana-mana. Lebih dari 20 desa kita yang terdampak. Sehingga kami berkonsultasi dan berkoordinasi dengan MUI terkait pelaksanaan Salat Istisqa,” ujar Arsal.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil konsultasi dengan MUI, kondisi yang menjadi syarat pelaksanaan Salat Istisqa dinilai telah terpenuhi.
“Syaratnya sudah terpenuhi, maka hari ini kita laksanakan. Semoga diijabah oleh Allah Subhana Wata’ala,” tutupnya.
Salat Istisqa tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, sebagai bagian dari ikhtiar dan kepedulian sosial di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Mamuju Tengah. (Advetorial/Rigo Pramana)
