Dari Kalumpang untuk Sulbar, Tenun Sekomandi Didorong Naik Kelas
Mamuju, TOKATA.id - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, mendorong para penenun Sekomandi di Kalumpang, Kabupaten Mamuju, untuk terus merawat, mempertahankan, sekaligus mengembangkan tenun Sekomandi sebagai salah satu warisan budaya khas Sulawesi Barat.
Dorongan tersebut disampaikan Bau Akram Dai saat menerima kunjungan sejumlah penenun Sekomandi dari Kalumpang di ruang kerjanya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Bau Akram menyampaikan apresiasi kepada para penenun yang hingga kini tetap tekun menjaga tradisi menenun di tengah derasnya perubahan zaman dan beragam tantangan yang menyertainya.
Menurutnya, upaya pelestarian dan pengembangan tenun Sekomandi sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Tahun ini, Dispoparekraf Sulbar membuat event khusus Wastra di Mamuju dalam bentuk Event Jiwa Wastra Sulbar 2026 di bulan April kemarin. Tentu sebagai bagian dari strategi pengembangan wastra daerah melalui inovasi produk dan penguatan nilai tambah kain tradisional Sulawesi Barat, termasuk tenun Sekomandi dari Kalumpang, tenun Saqbe dari Mandar, serta kain Sambu Mamasa," kata Bau Akram.
Ia menilai, tenun Sekomandi tidak semata-mata merupakan produk kerajinan, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, nilai budaya, identitas masyarakat Kalumpang, sekaligus potensi ekonomi yang perlu dirawat secara berkesinambungan.
"Kain Sekomandi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Kalumpang yang perlu terus dijaga," ujar Bau Akram.
Karena itu, kata dia, pemerintah akan terus membuka ruang pendampingan untuk memastikan pelestarian tradisi berjalan beriringan dengan upaya pengembangan produk agar tenun Sekomandi semakin dikenal dan memiliki daya saing.
"Maka kita semua, termasuk Dispoparekraf Sulbar akan terus berkomitmen memberikan pendampingan dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan tenun Sekomandi agar semakin dikenal dan memiliki daya saing," sambungnya.
Bau Akram menjelaskan, pengembangan wastra daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengikis karakter, filosofi, dan nilai autentik yang melekat pada setiap kain tradisional.
"Tenun Sekomandi memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi desain, produk turunan, promosi, serta pemanfaatannya dalam berbagai kegiatan budaya dan pariwisata," ucapnya.
Ia berharap para penenun Sekomandi tetap menjaga semangat dan konsistensi dalam mempertahankan tradisi menenun yang diwariskan secara turun-temurun.
Di sisi lain, Dispoparekraf Sulbar akan terus membuka ruang kolaborasi bersama para penenun, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat eksistensi tenun Sekomandi.
Melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, tenun Sekomandi diharapkan tidak hanya tetap hidup sebagai warisan budaya dari Kalumpang, tetapi juga tumbuh menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan mampu memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Sulawesi Barat.
(*/Rigo Pramana)
