BREAKING NEWS

BKPSDM Sulbar Dorong Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah untuk Cetak SDM Unggul

 

Makassar, TOKATA.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Pesan tersebut mengemuka dalam Ramah Tamah Wisuda Periode Agustus 2026 Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) yang digelar di Phinisi 2 Hall Lantai II Hotel Claro Makassar, Rabu malam (19/8/2026).

BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat hadir melalui Kepala Bidang Pengembangan Aparatur, Sertifikasi Kompetensi, dan Pengelolaan Kelembagaan, Rini Lukita Sari. Ia mewakili Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, sekaligus mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.

Ramah tamah yang diselenggarakan Pengurus Ikatan Alumni Program Pascasarjana UNM itu turut dihadiri Ketua Ikatan Alumni Pascasarjana UNM, Pelaksana Harian Rektor UNM beserta jajaran pimpinan universitas, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat, para wisudawan dan wisudawati, serta keluarga besar Program Pascasarjana UNM.

Lebih dari sekadar seremoni selepas wisuda, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus bentuk apresiasi bagi para lulusan. Di sana, jejaring antara alumni, sivitas akademika, pemerintah, dan para pemangku kepentingan kembali dirajut, dengan harapan tumbuh kolaborasi yang mampu memperkuat pembangunan SDM.

Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, mengatakan peningkatan kualitas SDM merupakan investasi strategis yang tidak dapat ditopang oleh satu pihak saja.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Kami berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi, pelayanan publik, dan pembangunan daerah,” ujar Herdin.

Menurut dia, ilmu pengetahuan yang diperoleh di ruang-ruang akademik semestinya tidak berhenti sebagai capaian personal. Pengetahuan itu harus menemukan jalannya dalam pengabdian, inovasi, dan kerja nyata yang memberi nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

Senada dengan itu, Rini Lukita Sari menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan aparatur dan SDM yang kompeten sekaligus tangguh menghadapi dinamika pembangunan.

“Momentum wisuda bukan sekadar penanda keberhasilan akademik, tetapi juga awal dari pengabdian untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat guna mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Rini.

Kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam ramah tamah tersebut sekaligus menegaskan komitmen untuk terus mendorong pendidikan tinggi sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.

Sebab, di balik toga dan ijazah yang disematkan, terdapat tanggung jawab yang lebih besar: membawa pengetahuan keluar dari ruang akademik dan menjadikannya energi bagi perubahan.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan alumni diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi tumbuh menjadi jejaring kerja yang melahirkan SDM profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan pengabdian, serta mengantarkan Sulawesi Barat menuju pembangunan yang berkelanjutan.

(*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar