DKPPKB Sulbar, Reforma Internsip Dokter dan Latihan Tangguh Bencana
Mamuju, TOKATA.id – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, aktif mengawal dua agenda krusial demi ketangguhan kesehatan masyarakat: Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) secara virtual pada Jumat (8/5/2026), serta geladi kotor lintas sektor persiapan simulasi penanggulangan bencana di Lapangan Upacara Kantor Gubernur.
Rakornas bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen SDMK) Kementerian Kesehatan RI membahas penguatan tata kelola program internsip dokter dan dokter gigi. Fokus utama mencakup pembatasan jam kerja maksimal 40 jam per minggu, supervisi ketat oleh dokter pendamping, keselamatan kerja, serta penataan izin tugas di fasilitas kesehatan. Kementerian menegaskan perbaikan cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan peran aktif pemangku kepentingan seperti KIKI provinsi dan wahana penempatan.
dr. Nursyamsi menekankan, "Peserta internsip adalah tulang punggung pelayanan kesehatan daerah. Wahana seperti puskesmas dan RSUD wajib jaga beban kerja proporsional, kesehatan, serta kesejahteraan mereka agar pelayanan kepada masyarakat maksimal." Pemerintah Provinsi Sulbar, sejalan visi Gubernur Suhardi Duka membangun SDM unggul dan berkarakter, mendukung penuh lingkungan kerja aman, edukatif, dan manusiawi bagi para peserta.
Sementara itu, geladi kotor lintas sektor di Kantor Gubernur menguji skenario penanganan bencana, alur koordinasi, kesiapan personel, dan komunikasi antarinstansi. Kegiatan ini menjadi fondasi simulasi penuh dalam waktu dekat, memperkuat ketangguhan daerah terhadap risiko bencana.
"Kesiapan lintas sektor adalah kunci sukses penanggulangan bencana. Geladi ini uji tim, sarana, dan komunikasi agar respons cepat, tepat, terkoordinasi—bukan sekadar seremoni, tapi pembekalan nyata," tegas dr. Nursyamsi. DKPPKB menargetkan peningkatan kapasitas pelayanan darurat, koordinasi instansi, dan SDM tangguh melalui simulasi berkala, pelatihan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi, mewujudkan Sulawesi Barat maju, sejahtera, dan siaga bencana. (*/Rigo Pramana)
