Perpusip Sulbar Hadirkan Perpustakaan Keliling, Rajut Literasi dan Pelestarian Budaya
Mamuju, TOKATA.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan Keliling dalam kegiatan Tapak Budaya: Teras Literasi dan Pameran Sekomandi yang digelar Kantor Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Barat pada 16–17 Oktober 2026 di Kompleks Rumah Adat Mamuju.
Kehadiran Perpustakaan Keliling menjadi ikhtiar Perpusip Sulbar untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan minat baca melalui ruang perjumpaan antara literasi dan kebudayaan. Di tengah upaya merawat warisan leluhur, buku hadir sebagai jendela pengetahuan yang membuka wawasan dan memperkaya pemahaman tentang identitas daerah.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dan pengunjung dapat mengakses beragam koleksi bacaan yang disediakan. Perpustakaan tak lagi sekadar hadir di ruang-ruang formal, tetapi juga menyapa masyarakat di tengah aktivitas publik, menjadikan literasi lebih dekat, inklusif, dan menarik bagi berbagai kalangan.
Di sisi lain, Tapak Budaya: Teras Literasi dan Pameran Sekomandi menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Sulawesi Barat, khususnya kain tenun Sekomandi yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Perpaduan literasi dan pameran budaya ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya membaca sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Partisipasi Perpusip Sulbar dalam kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Gerakan Sulbar Mandarras dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter. Literasi bukan semata-mata kemampuan membaca, melainkan juga jalan untuk memahami lingkungan, mengenali akar budaya, dan menumbuhkan kesadaran untuk merawat kekayaan daerah.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperluas jangkauan layanan perpustakaan melalui kehadiran Perpustakaan Keliling di berbagai ruang publik dan kegiatan masyarakat.
“Diharapkan, kolaborasi antara literasi dan pelestarian budaya dapat mendorong tumbuhnya masyarakat Sulbar yang gemar membaca, berpengetahuan luas, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” kata Mustari Mula. (*/Rigo Pramana)
