BREAKING NEWS

Judul Dua Titik Api Terdeteksi di Mamuju, BPBD Sulbar Siagakan Tim Karhutla

 

Mamuju, TOKATA.id - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan mengenai dua titik api di Dusun Salassang, Desa Sondoang, Kabupaten Mamuju, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 19.46 WITA. Laporan tersebut menjadi perhatian petugas, terutama karena salah satu titik api terpantau berada di dekat kawasan permukiman warga dan jalan raya.

Berdasarkan hasil koordinasi dan pemantauan melalui grup WhatsApp Karhutla, satu titik api terpantau di bagian hulu Sungai Salassang, sementara titik lainnya berada tidak jauh dari permukiman dan akses jalan masyarakat. Kedekatan salah satu titik api dengan aktivitas warga mendorong perlunya pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mamuju telah berada di tempat kejadian perkara (TKP) bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa kecepatan merespons informasi dan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kewaspadaan, menurutnya, perlu ditingkatkan ketika titik api terpantau berada di sekitar permukiman maupun akses jalan yang digunakan masyarakat.

“Malam ini, saya menginstruksikan Tim 1 Siaga Karhutla dan Kekeringan untuk stand by di Kantor BPBD Sulbar guna mengantisipasi apabila Pemerintah Kabupaten Mamuju meminta untuk di back up dalam penanganan ini,” kata Yasir Fattah.

Langkah kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan bencana di wilayah Sulawesi Barat.

“Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pemantauan di lapangan. Kami meminta seluruh unsur terkait tetap siaga, terutama terhadap titik api yang berada dekat permukiman dan jalan raya, agar potensi risiko terhadap masyarakat dapat diantisipasi sedini mungkin,” ujar Yasir Fattah.

Hingga laporan ini disusun, Pusdalops BPBD Sulbar terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamuju dan unsur terkait untuk memantau perkembangan kedua titik api tersebut. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan sekaligus menjadi dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya.

Di tengah kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, kecepatan informasi, kesiapan personel, dan soliditas koordinasi menjadi kunci untuk mengantisipasi risiko sebelum api berkembang lebih jauh. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar