Silaturahmi Diaspora Sulbar di Jakarta, Gubernur Suhardi Duka Janjikan Dukungan Hibah 2027
Jakarta, TOKATA.id — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (BPP KKMSB) bersama Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) di Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
Kehadiran Gubernur Suhardi Duka sebagai Tamu Kehormatan sekaligus pemberi sambutan disambut hangat ratusan masyarakat dan diaspora Sulawesi Barat dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Banten (Jabodetabek-Banten).
Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga momentum kebersamaan yang sarat makna dalam ajaran Islam serta memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah dan tradisi masyarakat Mandar.
“Dengan semangat kebersamaan ini, masyarakat Sulawesi Barat, baik di daerah maupun di perantauan, diharapkan terus bersatu menjaga nilai-nilai malaqbi, memperkuat persaudaraan, dan memberi kontribusi positif bagi kemajuan Sulawesi Barat,” ujar Gubernur SDK.
Menurutnya, tradisi Maulid yang hidup di tengah masyarakat Mandar merupakan kekayaan budaya yang wajib dijaga dan diwariskan. Nilai-nilai keagamaan dalam Maulid Nabi telah berakulturasi dengan sejarah dan tradisi Mandar, sehingga menjadi bagian penting dari identitas budaya Sulawesi Barat.
“Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya bernilai keagamaan dalam Islam, tetapi juga mempunyai keterkaitan erat dengan sejarah dan tradisi masyarakat Mandar. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga, pelajari, dan wariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Gubernur SDK.
Gubernur SDK juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi yang mempertemukan ratusan diaspora Sulawesi Barat di tanah perantauan. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat persatuan, kekeluargaan, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
Tak hanya menyampaikan pesan keagamaan dan kebudayaan, Gubernur Sulbar juga menaruh perhatian terhadap keberlangsungan organisasi dan aktivitas masyarakat Sulawesi Barat di perantauan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat terkait rencana dukungan pemerintah daerah melalui Dana Hibah pada Tahun Anggaran 2027.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata dukungan Pemprov Sulawesi Barat terhadap organisasi kemasyarakatan dan wadah persatuan masyarakat Sulbar di perantauan, khususnya dalam menjaga kekompakan, memperkuat silaturahmi, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Mandar.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum penting bagi diaspora Sulawesi Barat di Jabodetabek-Banten untuk kembali mempererat ikatan persaudaraan. Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, peringatan tersebut juga menjadi ruang menjaga hubungan emosional masyarakat Mandar dan Sulawesi Barat dengan sejarah, tradisi, serta identitas budaya daerah. (*/Rigo Pramana)
