BREAKING NEWS

PELITA Sulbar, Ikhtiar Menyalakan Terang bagi 36 Ribu KK

 

Mamuju, TOKATA.id - Mamuju – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, memimpin rapat pematangan program PELITA Sulbar di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026). Rapat tersebut dihadiri para pejabat administrator, pejabat fungsional, dan pengawas di bidang ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat.

Program PELITA Sulbar menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan.

Program ini dirancang untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik PLN. Ikhtiarnya sederhana, tetapi menyentuh kebutuhan paling mendasar: menghadirkan terang ke rumah-rumah yang hingga kini masih menunggu aliran listrik.

Pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan pemerintah. PELITA Sulbar membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha dan masyarakat melalui semangat gotong royong, termasuk pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 36.000 Kepala Keluarga (KK) di Sulawesi Barat yang belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri. Pada saat yang sama, kemampuan anggaran pemerintah untuk membiayai program penyediaan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu masih terbatas.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha. Melalui program CSR, perusahaan diharapkan dapat mengambil bagian dalam membuka akses listrik PLN bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Bujaeramy Hassan mengatakan, PELITA Sulbar menjadi salah satu prioritas Dinas ESDM dalam mendukung Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap kepada para pelaku usaha untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah membantu masyarakat yang belum memiliki listrik PLN sendiri melalui program CSR perusahaan bersangkutan. Program ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha," ujar Bujaeramy.

Menurutnya, akses listrik bukan sekadar persoalan penerangan. Kehadiran listrik dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas hidup sekaligus membuka ruang-ruang baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

"Dengan adanya akses listrik yang memadai, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kurang mampu," lanjutnya.

Lebih lanjut, Bujaeramy menjelaskan bahwa PELITA Sulbar juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam keberhasilan program. Masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga diajak membangun kepedulian bersama terhadap warga lain yang belum menikmati akses listrik.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk turut serta dalam program PELITA Sulbar. Gotong royong adalah kunci keberhasilan program ini. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat kita dapat membantu saudara-saudara kita yang hidup dalam kegelapan," tegasnya.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, mengatakan Dinas ESDM Sulbar akan bertindak sebagai koordinator program PELITA Sulbar.

Peran tersebut mencakup memastikan seluruh tahapan program berjalan secara terarah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.

"Kami akan berkoordinasi dengan PLN, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mensukseskan program ini. Secara teknis akan kami koordinasi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan PELITA Sulbar. Dalam waktu dekat, setiap perusahaan akan kami lakukan sosialisasi terkait hal tersebut," ujar Qamaruddin.

Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek teknis pelaksanaan program turut dibahas, meliputi:

  1. Pemetaan wilayah dan jumlah masyarakat yang belum memiliki akses listrik.

  2. Mekanisme koordinasi antara Dinas ESDM, PLN, dan pelaku usaha.

  3. Pola partisipasi pelaku usaha dalam membantu penyediaan listrik bagi masyarakat miskin melalui program CSR.

  4. Sosialisasi program kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

  5. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program secara berkala.

Rapat juga menyepakati sejumlah langkah percepatan pelaksanaan program, di antaranya penyusunan petunjuk teknis serta pembentukan tim koordinasi yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait.

Melalui PELITA Sulbar, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, PLN, dan masyarakat dapat mempercepat perluasan akses listrik di Sulawesi Barat.

Sebab, bagi sebagian masyarakat, listrik bukan sekadar cahaya yang menerangi ruang-ruang rumah. Ia adalah penerang bagi aktivitas, pendidikan, usaha, dan harapan untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Program PELITA Sulbar pun diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang hingga kini masih menanti datangnya terang. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar