HMI MPO Mamuju dan DKP Sulbar Jajaki Kolaborasi, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir
Mamuju, TOKATA.id - Di tengah melimpahnya potensi kelautan Sulawesi Barat yang belum sepenuhnya tersentuh oleh kreativitas generasi muda, sebuah ikhtiar kolaborasi mulai dirintis. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Mamuju menyambangi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat untuk membuka ruang kerja sama dalam mengoptimalkan potensi pesisir sekaligus memperkuat peran pemuda.
Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Kerja Kepala DKP Provinsi Sulawesi Barat, Kamis, 3 September 2026. Pertemuan menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengembangkan potensi daerah, sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana.
Suasana audiensi berlangsung hangat dan cair. Tak sekadar menjadi pertemuan formal antarlembaga, dialog tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, mendengar persoalan di lapangan, sekaligus merumuskan peluang kolaborasi yang lebih konkret.
Rombongan HMI MPO Cabang Mamuju dipimpin langsung Ketua Umum Dahril, didampingi Sekretaris Umum dan jajaran pengurus. Mereka diterima langsung Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM.
Dalam pertemuan itu, sedikitnya tiga agenda utama mengemuka.
Dari Pesisir untuk Pemuda
Agenda pertama menyasar penguatan peran generasi muda, khususnya di Kabupaten Mamuju. HMI MPO menawarkan diri sebagai mitra sekaligus jembatan antara kebijakan pemerintah dengan gagasan kreatif mahasiswa dan pemuda pesisir.
Ketua HMI MPO Cabang Mamuju, Dahril, mengatakan potensi kelautan Mamuju membutuhkan sentuhan inovasi dari generasi muda agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
"Potensi kelautan Mamuju ini luar biasa, tapi butuh sentuhan anak muda agar lebih modern dan bernilai jual tinggi. Kami dari HMI siap menjadi mitra kolaboratif," ujar Dahril.
Menurutnya, keterlibatan pemuda tidak semestinya berhenti pada aktivitas konvensional di sektor kelautan. Dengan pengetahuan, teknologi, dan kreativitas, generasi muda dapat mengambil peran lebih jauh sebagai penggerak ekonomi pesisir.
Mendengar Suara Nelayan dan Pembudidaya
Persoalan nelayan tradisional dan pembudidaya ikan juga menjadi bagian penting dalam dialog tersebut. Sejumlah kendala yang masih dihadapi masyarakat di lapangan turut dibahas, mulai dari akses permodalan, keterbatasan teknologi budidaya, hingga rantai distribusi hasil tangkapan yang belum optimal.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM., menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik HMI. Tentu kami di DKP Sulbar menyambut baik. Persoalan nelayan dan pembudidaya ini menjadi atensi serius Bapak Gubernur. Kami butuh mitra kritis sekaligus solutif seperti HMI untuk bersama-sama memberdayakan pemuda pesisir dan mengembangkan prospek budidaya air tawar di Mamuju," tegas Safaruddin.
Dari pembahasan tersebut, dua isu edukatif kemudian menjadi perhatian utama.
Pertama, pemberdayaan pemuda pesisir. Orientasinya bukan lagi sekadar mendorong generasi muda untuk melaut secara tradisional, tetapi membangun pola pikir kewirausahaan yang ditopang penguasaan teknologi, manajemen, dan kemampuan membaca peluang pasar.
Kedua, pengembangan budidaya air tawar. Selain memiliki kekayaan sumber daya laut, Mamuju dinilai memiliki prospek untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, seperti nila dan lele, yang berpotensi menopang ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Menggerakkan UMKM Kelautan
Agenda ketiga berkaitan dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kelautan dan perikanan.
HMI MPO Cabang Mamuju memaparkan sejumlah program kerja yang diarahkan untuk menyentuh langsung pelaku UMKM. Di antaranya pendampingan branding produk olahan hasil laut, pelatihan pemasaran digital, hingga advokasi bantuan alat tangkap dan bibit budidaya.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hasil laut tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Dengan pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan penguatan kapasitas pelaku usaha, potensi pesisir diharapkan dapat memberi nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu pun ditutup dengan semangat membangun kerja sama yang lebih konkret. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti sebagai wacana di ruang audiensi, tetapi berlanjut dalam program-program yang menyentuh langsung nelayan, pembudidaya, pelaku UMKM, dan generasi muda pesisir.
Di antara luasnya laut Sulawesi Barat, ada potensi yang menunggu untuk diolah menjadi kekuatan ekonomi. Dan di balik potensi itu, generasi muda memiliki ruang untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi penggeraknya.
Sinergi antara DKP Sulbar sebagai pemangku kebijakan dan HMI sebagai salah satu motor penggerak pemuda diharapkan mampu melahirkan langkah nyata yang sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Suhardi Duka dalam memajukan sektor kelautan Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)
