El Nino Mengintai, TRC BPBD Sulbar Siagakan Personel Hadapi Kekeringan dan Karhutla
Mamuju, TOKATA.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Apel Kesiapsiagaan Darurat Bencana Cuaca Ekstrem, Kekeringan, dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dampak El Nino di Lapangan Ahmad Kirang, Kabupaten Mamuju, Rabu (2/9/2026).
Kehadiran TRC BPBD Sulbar menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana yang berpotensi meningkat seiring dampak El Nino, khususnya kekeringan dan Karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan keikutsertaan TRC dalam apel tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk memastikan personel dan seluruh sumber daya kebencanaan selalu berada dalam kondisi siap menghadapi situasi darurat.
“Kami mengikuti arahan Bapak Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar seluruh personel dan sumber daya kebencanaan senantiasa siap siaga. Kolaborasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu,” ujar Yasir Fattah.
Apel kesiapsiagaan tersebut digelar menyusul penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem Kekeringan Dampak El Nino di Kabupaten Mamuju. Kegiatan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, TNI, Polri, Basarnas, TRC, Tagana, PMI, perangkat daerah, serta instansi terkait lainnya.
Dalam surat undangan pelaksanaan apel, BPBD Provinsi Sulawesi Barat diminta mengerahkan sebanyak 20 personel.
Menurut Yasir Fattah, kehadiran TRC BPBD Sulbar tidak sekadar memenuhi kebutuhan personel dalam apel kesiapsiagaan, tetapi juga menjadi penegasan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat siap memberikan dukungan dalam penanganan kedaruratan di daerah.
Kesiapan personel yang ditopang dengan peralatan memadai dan koordinasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat respons apabila bencana kekeringan maupun Karhutla terjadi. Dalam situasi bencana, kecepatan bukan sekadar ukuran waktu, tetapi juga bagian penting dari upaya melindungi masyarakat.
BPBD Sulawesi Barat juga terus memperkuat langkah mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, memantau perkembangan kondisi wilayah, serta membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten.
Semua langkah tersebut diletakkan dalam semangat “Satu Komando, Satu Langkah” sebagai pijakan bersama untuk mencegah dan menangani Karhutla, mengantisipasi dampak kekeringan, sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi perhatian di tengah ancaman musim kering.
Di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi, kesiapsiagaan menjadi benteng pertama. Karena itu, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap potensi bencana dapat dihadapi dengan langkah yang cepat, terukur, dan terpadu. (*/Rigo Pramana)
