Dinas Pangan Sulbar Perkuat Pengawasan, Standar Keamanan Pangan Jadi Pegangan
Mamuju, TOKATA.id - Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti kegiatan “Termanfaatkannya Standar Keamanan dan Mutu Pangan Segar” yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara daring melalui Zoom, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas aparatur dalam memahami dan menerapkan standar keamanan serta mutu pangan segar, yang menjadi salah satu pijakan penting dalam pelaksanaan pengawasan pangan di daerah.
Keikutsertaan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat sektor pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, pangan bukan sekadar kebutuhan yang hadir di meja makan. Di balik setiap bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat, terdapat tanggung jawab untuk memastikan keamanan, mutu, dan kepatuhannya terhadap ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut diikuti Daniel Appulembang, Pengawas Mutu Hasil Pertanian pada Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, mendorong aparatur yang terlibat dalam pengawasan pangan untuk terus meningkatkan kompetensi serta memperdalam pemahaman terhadap standar keamanan dan mutu pangan segar.
Menurutnya, penguasaan terhadap standar menjadi hal penting agar pengawasan pangan di daerah dapat berjalan secara optimal sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai pemanfaatan standar keamanan dan mutu pangan segar dalam pelaksanaan tugas. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pengawasan pangan segar yang beredar di Sulawesi Barat.
Keikutsertaan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Badan Pangan Nasional dalam meningkatkan efektivitas pengawasan pangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ikhtiar menghadirkan pangan segar yang aman, bermutu, dan sesuai standar—sebuah kebutuhan mendasar yang pada akhirnya bermuara pada satu hal: perlindungan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)
