BREAKING NEWS

Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi, Botteng Gelar Festival Adat Tolak Bala

 


Mamuju, TOKATA.id - Komunitas Pemuda dan Masyarakat Adat (KPMA) Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, malam ini, Minggu (20/09), akan menggelar Festival Adat Tolak Bala bertema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi”.

"Dari tapak adat, suara penolakan mengemuka. Komunitas Pemuda dan Masyarakat Adat (KPMA) Botteng, Mamuju, menggelar Festival Adat Tolak Bala, Minggu (20/09) malam, menyuarakan penolakan terhadap rencana eksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ)."

Festival tersebut akan diikuti masyarakat adat, komunitas lokal Botteng, komunitas perempuan, akademisi, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat sipil dari berbagai latar belakang.

Kegiatan ini lahir dari keresahan masyarakat menyusul rencana eksplorasi tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) di wilayah Kecamatan Simboro, khususnya Desa Botteng, Kabupaten Mamuju. Rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat dan entitas adat di Botteng.

Gerakan penolakan itu dimotori KPMA Botteng bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Barat, LBH Legal Institut Pandu Indonesia, serta Komunitas Anak Rimba Botteng (Kar-Bong).

Inisiator Festival Adat Tolak Bala, Busman Rasyid, mengatakan festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas masyarakat yang berpotensi terdampak oleh rencana eksplorasi dan eksploitasi LTJ di wilayah Botteng.

“Karenanya, dalam festival ini kami akan menyuarakan penolakan kehadiran PT Perminas di wilayah Botteng yang akan melakukan eksplorasi LTJ. Tentunya, ke depan, hal itu dapat dilanjutkan dengan eksploitasi LTJ. Festival ini menjadi wadah untuk mendiskusikan masa depan peradaban adat Botteng dan ruang hidup masyarakat yang dikhawatirkan akan hilang jika pengelolaan LTJ tidak sejak sekarang kita tolak,” papar Busman.

Menurut dia, festival akan diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pemutaran film, hingga diskusi mengenai kebudayaan dan ancaman pertambangan terhadap ruang hidup masyarakat adat Botteng.

“Olehnya, saya berharap kehadiran siapa pun yang peduli pada gerakan penolakan ini untuk hadir membersamai masyarakat Botteng, membincangkan masa depan dan ruang hidup masyarakat Botteng terkait rencana eksplorasi dan eksploitasi LTJ,” pungkas Busman. (Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar