Sulbar Rawat Warisan Leluhur Lewat Pentas Seni Budaya di TMII
Jakarta, TOKATA.id – Semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan kibaran bendera dan gegap gempita seremoni. Di panggung seni, kemerdekaan menemukan makna lain: merawat ingatan, menjaga jati diri, dan mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya.
Semangat itu pula yang dibawa Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat dalam Lomba Seni Budaya Papua yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026, di Panggung Terbuka UPTD Anjungan Papua, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Mengusung tema “Jaga Warisan Leluhur, Rayakan Merdeka dengan Budaya”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, pentas budaya menjadi ruang perjumpaan antardaerah, tempat silaturahmi tumbuh, sekaligus panggung untuk merayakan keberagaman Indonesia.
Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat turut ambil bagian dengan menampilkan seni dan budaya khas daerah. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Sulawesi Barat kepada khalayak yang lebih luas.
Upaya itu sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka yang terus mendorong penguatan berbagai potensi daerah, termasuk seni dan budaya sebagai bagian penting dari identitas serta kekayaan daerah.
Di panggung yang sama, sejumlah anjungan daerah di lingkungan TMII menampilkan ragam kesenian dan kebudayaan masing-masing. Warna-warni pertunjukan itu menjadi cermin betapa luas dan kayanya khazanah budaya Nusantara. Perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan menjadi mozaik yang memperindah wajah Indonesia.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba seni budaya merupakan momentum yang tepat untuk merayakan kemerdekaan sekaligus merawat warisan leluhur.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antar-anjungan daerah. Melalui seni dan budaya, kita dapat terus menjaga warisan leluhur sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia,” kata Gemilang Sukma, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menambahkan, keikutsertaan Sulawesi Barat dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkenalkan seni dan budaya daerah pada tingkat nasional. Kehadiran Sulawesi Barat dalam berbagai panggung kebudayaan diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas agar potensi seni dan budaya daerah semakin dikenal masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.
Tema “Jaga Warisan Leluhur, Rayakan Merdeka dengan Budaya” pun menemukan relevansinya dalam semangat tersebut. Kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan yang bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga identitas, nilai-nilai tradisi, dan warisan budaya yang telah dititipkan generasi terdahulu.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam suasana semarak dan penuh kebersamaan. Berbagai anjungan daerah hadir membawa kekhasan masing-masing, namun berpijak pada semangat yang sama: merawat kebudayaan sebagai jembatan persaudaraan.
Sebab, di tengah keberagaman Indonesia, seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah bahasa yang mampu mempertemukan perbedaan, merawat ingatan kolektif, dan meneguhkan rasa memiliki terhadap tanah air.
Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan melestarikan dan mempromosikan budaya daerah, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan seluruh anjungan daerah di lingkungan TMII.
(*/Rigo Pramana)
