BREAKING NEWS

Samkel Goes to Desa, Bapenda Sulbar Dekatkan Layanan Pajak Kendaraan ke Warga Sarudu

 


Pasangkayu, TOKATA.id - Pelayanan publik tak semestinya selalu menunggu masyarakat datang. Dari desa ke desa, layanan justru perlu hadir lebih dekat, menyapa warga di ruang-ruang kehidupan mereka.

Semangat itulah yang dibawa Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Pelayanan Pajak Pasangkayu lewat inovasi “Samkel Goes to Desa”. Untuk pertama kalinya, layanan Samsat Keliling menyambangi masyarakat Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Senin, 31 Agustus 2026.

Kehadiran layanan tersebut mendapat respons dari masyarakat. Sebanyak 18 unit kendaraan dilayani dalam kegiatan itu, terdiri atas 13 kendaraan roda dua dengan penerimaan Rp3.753.050 dan lima kendaraan roda empat dengan penerimaan Rp16.568.500.

Dengan demikian, total penerimaan pajak kendaraan bermotor dari pelayanan Samsat Keliling di Desa Sarudu mencapai Rp20.321.550.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak Pasangkayu, Kasfiani, mengatakan pelayanan di Desa Sarudu menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan Samsat Keliling melalui pendekatan langsung ke desa-desa.

“Mulai hari ini kami sudah menyasar desa dengan slogan ‘Samkel Goes to Desa’. Kami ingin pelayanan Samsat hadir lebih dekat dengan masyarakat, sehingga wajib pajak tidak perlu menempuh jarak yang jauh untuk membayar pajak kendaraan,” kata Kasfiani.

Menurut dia, kehadiran Samsat Keliling di desa bukan semata-mata menghadirkan loket pembayaran pajak. Lebih dari itu, layanan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.

Pendekatan pelayanan langsung ke desa juga diharapkan menjawab persoalan akses yang selama ini dihadapi sebagian wajib pajak. Jarak dan keterbatasan waktu tidak lagi menjadi penghalang ketika layanan datang menghampiri masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai kewajiban perpajakan kendaraan bermotor secara lebih mudah dan praktis.

Secara terpisah, Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Wahab Hasan Sulur, mengatakan perluasan layanan hingga ke tingkat desa merupakan bagian dari komitmen Bapenda untuk menghadirkan pelayanan perpajakan yang mudah, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan publik harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Samkel Goes to Desa, kami ingin memberikan kemudahan kepada wajib pajak, khususnya masyarakat yang memiliki kendala jarak dan waktu untuk datang ke kantor Samsat,” ujar Abd. Wahab.

Program “Samkel Goes to Desa” menjadi bagian dari langkah Bapenda Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak.

Dengan mendatangi masyarakat secara langsung, program ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pelayanan, tetapi juga mengoptimalkan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Sebab, di balik angka penerimaan, ada upaya untuk memastikan pelayanan pemerintah benar-benar sampai ke pintu kehidupan masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bapenda Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Pelayanan Pajak Pasangkayu akan terus mengoptimalkan inovasi pelayanan dengan memperluas jangkauan “Samkel Goes to Desa”, sehingga pelayanan perpajakan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat hingga ke wilayah desa. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar