Meja dan Kursi Terbatas, Siswa SMAN 1 Bulutaba Tak Lagi Dibiarkan Belajar Melantai
Mamuju, TOKATA.id - Kondisi siswa SMAN 1 Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, yang terpaksa belajar melantai akibat keterbatasan meja dan kursi mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar memastikan kebutuhan sarana belajar di sekolah tersebut akan diupayakan secara bertahap. Langkah itu ditempuh agar para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan fasilitas yang layak, tanpa harus kembali menjadikan lantai ruang kelas sebagai tempat belajar.
Perhatian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung visi dan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Untuk menindaklanjuti kondisi yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, Disdikbud Sulbar memanggil Kepala SMAN 1 Bulutaba, Sumardi, guna membahas persoalan sarana belajar di sekolah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Sumardi mengakui bahwa sekolah masih mengalami kekurangan meja dan kursi. Menurutnya, kondisi tersebut bukan persoalan yang baru muncul, melainkan telah diantisipasi pihak sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
“Memang kenyataan di sekolah itu ada kekurangan kursi. Sudah dua sampai tiga tahun terakhir ini kita antisipasi,” ujar Sumardi.
Ia menjelaskan, kebutuhan penambahan mebel sebenarnya telah dimasukkan dalam perencanaan sekolah. Untuk tahun anggaran 2026, SMAN 1 Bulutaba juga telah memperoleh alokasi pengadaan, meski realisasinya masih menunggu proses.
“Memang tahun ini sudah ada perencanaan masuk di 2026. Mungkin masih lambat, bulan-bulan depan mungkin ada,” katanya.
Sumardi menegaskan, pihak sekolah akan terus berupaya agar persoalan siswa yang belajar tanpa meja dan kursi tidak berlarut-larut.
“Intinya sekolah tetap usahakan tahun ini, sudah tidak ada yang melantai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdikbud Sulbar, Imran, mengatakan Pemprov Sulbar akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan meja dan kursi SMAN 1 Bulutaba secara bertahap.
Menurut Imran, keterbatasan anggaran membuat bantuan pemerintah tahun ini belum mampu menutup seluruh kebutuhan sekolah. Kendati demikian, pemerintah daerah akan memprioritaskan pengadaan mebel untuk dua rombongan belajar (rombel).
“Insyaallah tahun ini kita akan berikan kursi dan meja. Tapi bukan juga semuanya. Paling mungkin dua rombel karena keterbatasan anggaran. Insyaallah kita akan upayakan berikutnya untuk memenuhi,” jelas Imran.
Di luar dukungan pemerintah, kebutuhan mebel SMAN 1 Bulutaba juga berpeluang mendapat tambahan bantuan dari pihak lain.
Imran menyebut, telah ada pihak yang menyatakan kesediaannya menyumbangkan sebanyak 150 set meja dan kursi untuk sekolah tersebut. Bantuan itu masih dalam proses, sementara identitas pemberi bantuan belum diungkapkan.
“Sudah ada juga sekolah yang dapat. Ada WhatsApp, insyaallah dia menyumbang 150 kursi dan meja. Orangnya belum mau disebut siapa, tapi sudah dipesan. Itu sumbangan,” ungkapnya.
Jika bantuan 150 set tersebut terealisasi dan ditambah pengadaan untuk dua rombel dari Pemprov Sulbar, kebutuhan mebel sekolah diharapkan dapat tertangani secara bertahap.
“Lima kelas memang sudah, kalau ada tambahan dua berarti sudah bisa tujuh rombel,” katanya.
Selain mengandalkan bantuan pemerintah dan pihak lain, sekolah juga telah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memenuhi sebagian kebutuhan sarana belajar.
Dari dana tersebut, sekolah telah memiliki 40 kursi plastik, 20 kursi lipat, serta 10 kursi untuk guru.
Di tengah keterbatasan itu, upaya memenuhi meja dan kursi bukan sekadar soal melengkapi ruang kelas. Lebih jauh, ia menyangkut penghormatan terhadap hak siswa untuk belajar dalam ruang yang layak—sebab pendidikan yang baik semestinya tidak membuat anak-anak harus menunduk di lantai demi menatap masa depan.
(*/Rigo Pramana)
