Hadapi Kekeringan, Dua Pompa Air Disalurkan untuk Selamatkan 20 Hektare Sawah
Polewali Mandar , TOKATA.id - Di tengah ancaman kekeringan yang mulai menekan lahan pertanian, dua unit pompa air diserahkan kepada Kelompok Tani (Poktan) Lima Banua Limboro, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (21/8/2026).
Bantuan pinjam pakai tersebut disalurkan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah II Rea Timur sebagai langkah perlindungan tanaman pangan dari dampak kekeringan atau fenomena El Nino.
Dua unit pompa air atau alkond berukuran 2 inci itu diharapkan menjadi penopang pengairan sekitar 20 hektare areal persawahan yang terdampak kekeringan. Tanaman padi di lahan tersebut kini berada pada usia 60–75 hari setelah tanam (HST), fase ketika ketersediaan air menjadi salah satu penentu keberlanjutan pertumbuhan hingga panen.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, mengatakan dukungan terhadap petani merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan semangat mewujudkan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, terutama dalam mendorong pembangunan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah terus hadir untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak kekeringan. Penyerahan pompa air ini merupakan bentuk nyata dukungan agar tanaman padi yang sudah berumur 60 sampai 75 HST tetap mendapatkan suplai air yang cukup sehingga potensi kehilangan hasil dapat ditekan,” ujar Hamdani.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Penanggung Jawab LPHP Wilayah II Rea Timur, Kabupaten Polewali Mandar, Yonatan Tunggaldinata. Ia berharap sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan bergiliran oleh anggota kelompok tani untuk mengatasi keterbatasan sumber air di areal persawahan.
“Kami menyerahkan dua unit pompa air ukuran 2 inci kepada Poktan Lima Banua Limboro untuk membantu pengairan lahan yang terdampak kekeringan. Luasan yang terdampak kurang lebih 20 hektare dengan umur tanaman padi sekitar 60 sampai 75 HST. Kami berharap pompa ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi dan pertanaman tetap bisa dipertahankan sampai panen,” kata Yonatan.
Ia menambahkan, pemanfaatan pompa air perlu dilakukan secara terkoordinasi oleh kelompok tani dengan mempertimbangkan kondisi sumber air serta kebutuhan tanaman. Pengelolaan secara bersama dinilai penting agar bantuan tersebut tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi anggota kelompok yang lahannya terdampak kekeringan.
Penyaluran pompa air ini menjadi salah satu bentuk respons Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui LPHP Rea Timur terhadap kondisi pertanian di wilayah yang menghadapi keterbatasan air.
Di tengah musim yang kering, ketika air menjadi barang yang begitu berharga bagi setiap petak sawah, kehadiran pompa diharapkan dapat menjaga tanaman padi tetap tumbuh dan petani tetap menatap musim panen dengan harapan. Dukungan sarana pengairan itu diharapkan mampu mempertahankan produktivitas lahan sekaligus menekan potensi kehilangan hasil akibat kekeringan. (*/Rigo Pramana)
