BREAKING NEWS

Gerakan Pangan Murah Hadir di Tadui, Semarak HUT RI Menyentuh Kebutuhan Warga

 

Mamuju, TOKATA.id - Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Sulawesi Barat tak hanya hadir dalam bentuk seremoni. Di Desa Tadui, Kabupaten Mamuju, semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat: pangan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Tadui, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 sekaligus ikhtiar pemerintah mendekatkan akses pangan kepada masyarakat melalui penyediaan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Gerakan tersebut sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya memastikan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta menghadirkan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Melalui pangan murah yang hadir hingga ke tingkat desa, pemerintah tak hanya berupaya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperpendek jarak antara kebutuhan warga dan sumber pangan. Di titik itu, ketahanan pangan bukan sekadar angka tentang pasokan, melainkan juga tentang seberapa mudah masyarakat memperoleh pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Menurutnya, pelaksanaan GPM di Desa Tadui juga menjadi langkah strategis untuk memperpendek akses masyarakat terhadap pangan. Dengan kegiatan yang digelar lebih dekat dengan permukiman warga, masyarakat tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya maupun waktu untuk mendatangi pusat perdagangan di Kota Mamuju.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Kami ingin memastikan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah desa, dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah, sekaligus ikut menjaga stabilitas harga pangan di daerah,” ujar Suyuti.

Ia menambahkan, GPM tidak semata berorientasi pada penjualan bahan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Dengan menghadirkan pangan langsung ke lingkungan masyarakat, pemerintah dapat memberikan akses yang lebih mudah sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Perum BULOG Cabang Mamuju serta sejumlah distributor pangan lokal. Beragam komoditas disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga, antara lain beras SPHP, beras medium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, dan sejumlah bahan pangan pokok lainnya.

Beragam komoditas tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Tadui. Masyarakat memanfaatkan momentum itu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama bahan pangan yang menjadi bagian dari keseharian mereka.

Harga yang relatif terjangkau serta lokasi kegiatan yang berada lebih dekat dengan permukiman menjadi daya tarik tersendiri. Bagi sebagian warga, GPM bukan hanya soal selisih harga, tetapi juga tentang waktu dan ongkos perjalanan yang dapat dihemat.

Salah seorang pembeli, Aisya, mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Tadui. Menurutnya, kehadiran GPM membuat masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus menempuh perjalanan ke Kota Mamuju.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Kami tidak perlu jauh-jauh ke Kota Mamuju untuk membeli kebutuhan pangan. Selain lokasinya dekat, harganya juga lebih terjangkau. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di desa-desa,” ungkap Aisya.

Menurut Aisya, kegiatan tersebut juga memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok sesuai kemampuan rumah tangga. Kehadiran pangan murah di desa membuat warga dapat menghemat waktu sekaligus biaya transportasi.

Pelaksanaan GPM di Desa Tadui memperlihatkan bahwa menjaga stabilitas pangan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, BULOG, distributor pangan, dan masyarakat berada dalam satu mata rantai yang sama: memastikan kebutuhan pangan tersedia, terjangkau, dan dapat diakses hingga ke tingkat desa.

Dalam konteks pengendalian harga, ketersediaan pasokan yang memadai dan akses yang mudah diharapkan dapat membantu meredam tekanan terhadap harga pangan. Stabilitas tersebut pada akhirnya berkelindan dengan daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi di tingkat rumah tangga.

Bagi warga Desa Tadui, GPM pun bukan sekadar pasar murah yang hadir sesaat. Ia menjadi bentuk pelayanan pemerintah yang hadir di tengah kehidupan masyarakat, menyentuh kebutuhan sehari-hari tanpa meminta warga menempuh jarak yang jauh.

Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah, terutama daerah yang membutuhkan penguatan akses pangan. Upaya itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pangan tersedia dalam jumlah cukup, aman, berkualitas, dan terjangkau.

Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 pun memperoleh makna yang lebih dekat dengan kehidupan warga. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui panggung seremoni dan kibaran bendera, tetapi juga melalui pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga dan pasokan, serta memperluas akses masyarakat terhadap pangan. Sinergi pemerintah bersama BULOG dan pelaku usaha pangan diharapkan semakin kokoh agar masyarakat Sulawesi Barat dapat memperoleh pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau.

Semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada akhirnya menemukan maknanya dalam hal-hal yang dekat dengan kehidupan rakyat: pangan yang tersedia, harga yang terjangkau, serta negara yang hadir ketika kebutuhan dasar masyarakat harus dipenuhi. Semangat itu sejalan dengan cita-cita “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar