BREAKING NEWS

Dari Kakao Petani Lokal, Banhub Sulbar Kenalkan Cokelat di TMII


 Mamuju, TOKATA.id — Jakarta — Aroma kebersamaan dan cita rasa nusantara menguar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (17/8/2026). Dalam kegiatan Seribu Liwetan Nusantara, Badan Penghubung Daerah (Banhub) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Anjungan Sulawesi Barat turut mengambil bagian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah perayaan yang mempertemukan Badan Penghubung dari berbagai provinsi bersama jajaran Direksi TMII itu, Banhub Sulawesi Barat membawa sesuatu yang sederhana, tetapi sarat cerita: minuman cokelat khas Sulawesi Barat.

Sebanyak 1.022 botol minuman cokelat dibagikan secara gratis kepada peserta dan pengunjung. Minuman tersebut diolah dari biji kakao pilihan yang bersumber dari petani lokal Sulawesi Barat.

Bagi Banhub Sulawesi Barat, sajian itu bukan sekadar pelengkap perayaan. Setiap botol menjadi medium untuk memperkenalkan kakao Sulawesi Barat kepada khalayak yang lebih luas—membawa hasil tanah dan jerih payah petani lokal dari Sulawesi Barat menuju ruang perjumpaan nasional.

Angka 1.022 pun bukan tanpa makna. Jumlah tersebut merepresentasikan semangat menyambut Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat yang akan diperingati pada 22 September 2026. Ia sekaligus menjadi simbol kebanggaan terhadap potensi dan produk unggulan daerah.

Kepala Banhub Sulawesi Barat, Gemilang Sukma Mutiara Maryani, mengatakan, Seribu Liwetan Nusantara menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan Sulawesi Barat, terutama produk yang lahir dari komoditas lokal.

“Di sela rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan bersama seluruh Badan Penghubung se-Indonesia dan Direksi TMII, Banhub Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, baik internal maupun eksternal, dalam mempromosikan seni, budaya, pariwisata, serta produk khas daerah,” ujar Gemilang.

Menurutnya, pemanfaatan biji kakao dari petani lokal merupakan bagian dari ikhtiar mengangkat komoditas unggulan Sulawesi Barat agar semakin dikenal di tingkat nasional. Promosi melalui ruang strategis seperti TMII, kata dia, diharapkan dapat membuka pintu bagi jejaring, pasar, dan kerja sama yang lebih luas.

“Yang kita bawa hari ini bukan sekadar minuman cokelat, tetapi juga cerita tentang Sulawesi Barat. Di dalamnya ada hasil kerja petani lokal, potensi daerah, dan semangat untuk terus memperkenalkan produk Sulawesi Barat ke tingkat nasional,” tambahnya.

Gemilang menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong pengembangan potensi daerah, memperkuat jejaring dan kolaborasi, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Upaya itu, lanjutnya, pada akhirnya diharapkan memberi kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Anjungan Sulawesi Barat di TMII, kata Gemilang, akan terus dioptimalkan sebagai salah satu etalase Sulawesi Barat di tingkat nasional. Fungsinya tidak berhenti sebagai ruang untuk memperkenalkan seni dan budaya, tetapi juga menjadi panggung bagi promosi pariwisata, ekonomi kreatif, dan beragam produk unggulan yang dihasilkan masyarakat.

Seribu Liwetan Nusantara pun menjadi lebih dari sekadar perjamuan. Di antara hidangan dan perjumpaan lintas daerah, terselip ikhtiar untuk mempertemukan potensi lokal dengan ruang yang lebih luas.

Dari 1.022 botol cokelat yang dibagikan, Banhub Sulawesi Barat membawa satu pesan sederhana: kekayaan daerah akan menemukan maknanya ketika dikenal, dihargai, dan diberi ruang untuk tumbuh. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar