BREAKING NEWS

BWI Sulbar Dikukuhkan, Pemprov Dorong Wakaf Dikelola Produktif dan Berkelanjutan

 

Mamuju, TOKATA.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, mengukuhkan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sulbar masa jabatan 2026–2029, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi wakaf produktif sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan wakaf agar tidak berhenti sebagai aset yang tersimpan, tetapi tumbuh menjadi sumber manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Suhardi Duka, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan, menyampaikan dukungannya terhadap kepengurusan BWI Sulbar yang baru dikukuhkan. Ia berharap lembaga tersebut mampu menjalankan amanah dengan baik sekaligus mengoptimalkan potensi wakaf untuk kemaslahatan masyarakat.

“Ini saya melantik bersama dengan Dewan Pimpinan Pusat Badan Wakaf Indonesia, Pengurus Wakaf Sulawesi Barat. Saya yakin bahwa badan wakaf ini bisa bekerja dengan baik,” kata Suhardi Duka.

Menurutnya, wakaf memiliki nilai yang sangat besar karena manfaatnya dapat terus mengalir, bahkan melampaui batas waktu dan generasi.

“Ini, kalau kita wakafkan sesuatu kepada badan wakaf itu abadi. Jadi, sepanjang dunia ini ada, itu amalannya tetap akan berjalan,” ujarnya.

Karena itu, Suhardi Duka menilai keberadaan BWI perlu terus diperkuat agar mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan, pengelolaan wakaf secara baik dan produktif dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan hingga akses terhadap kesehatan dan pendidikan.

“Olehnya itu, perlu kita dorong. Karena lembaga ini bisa membantu pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, menengahi masalah kesehatan, memperbaiki pendidikan, dan bahkan menyelenggarakan pendidikan,” tutur Suhardi Duka.

Ia menegaskan, kehadirannya dalam pengukuhan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sulbar terhadap BWI. Dukungan itu, kata dia, diharapkan menjadi energi bagi pengurus yang baru untuk mengembangkan wakaf sebagai kekuatan sosial dan ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Olehnya itu, saya hadir dan memberikan support kepada pengurus yang perlu dilantik,” tutupnya.

Dengan pengelolaan yang produktif, wakaf diharapkan tidak hanya menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir, tetapi juga menjadi salah satu fondasi bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar