BPBD Sulbar Tekankan Edukasi Publik untuk Cegah Karhutla
Mamuju, TOKATA.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Barat, seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau.
Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 2 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan perlunya penguatan langkah mitigasi bencana melalui edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Yasir Fattah menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap, menurunkan kualitas ekosistem, serta berpotensi memicu kerugian ekonomi dan sosial.
“Sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari peningkatan pemahaman masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ujar Yasir Fattah.
BPBD Provinsi Sulawesi Barat terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi, penyebaran informasi kebencanaan, kampanye mitigasi, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah desa, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dunia usaha, media, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam pengurangan risiko bencana.
Selain edukasi, BPBD Sulawesi Barat juga meningkatkan kesiapsiagaan personel, pemantauan wilayah rawan, serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Yasir Fattah mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
“Penanggulangan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan edukasi yang berkelanjutan, kolaborasi yang kuat, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita dapat menjaga Sulawesi Barat tetap aman, lestari, dan tangguh menghadapi bencana,” tutupnya. (*/Rigo Pramana)
