BPBD Sulbar Serahkan Data Kebencanaan untuk Masterplan KA Sulawesi
Mamuju, TOKATA.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan tim konsultan PT Scalarindo Utama yang ditugaskan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Kunjungan itu bagian dari pelaksanaan Studi Pemutakhiran Masterplan Jalur Kereta Api Pulau Sulawesi.
Pertemuan berlangsung Rabu, 15 Juli 2026, di Ruang Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulbar. Tim konsultan meminta data kebencanaan, khususnya peta rawan bencana dan peta sesar aktif, sebagai bahan acuan dalam penyusunan masterplan.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan kesiapan lembaganya menyediakan data dan informasi kebencanaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang mengutamakan keselamatan masyarakat. Menurut Yasir Fattah, dukungan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar setiap proyek strategis mengintegrasikan mitigasi risiko sejak perencanaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulbar, Ulfian, menjelaskan peta rawan bencana dan peta sesar aktif menjadi rujukan penting untuk mengidentifikasi potensi risiko di sepanjang rencana jaringan kereta api. "Kami menyambut koordinasi ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Data yang kami sampaikan diharapkan menjadi dasar penyusunan masterplan yang memperhatikan aspek kebencanaan, sehingga pembangunan infrastruktur transportasi di Sulawesi menjadi lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Ulfian.
Kunjungan ini menandai upaya antarpihak untuk menyulam keselamatan ke dalam benang perencanaan infrastruktur — sebuah pendekatan yang menempatkan keselamatan publik di muka pembangunan. (*/Rigo Pramana)
