HKN ke-62, DKPPKB Sulbar Ajak Masyarakat Hidup Sehat Lewat Gerakan Sejuta Langkah
Mamuju, TOKATA.id – Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, cukup dengan satu langkah sederhana, kebiasaan hidup sehat dapat tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian.
Semangat itulah yang digaungkan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, dalam menyambut peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat berpartisipasi dalam gerakan Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah.
Ajakan tersebut bukan sekadar seruan untuk berolahraga, melainkan upaya menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan perlu dirawat melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Berjalan kaki, bersepeda, senam, hingga aktivitas fisik bersama keluarga dapat menjadi langkah awal membangun pola hidup yang lebih sehat.
dr. Nursyamsi menegaskan, membangun budaya hidup sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tanggung jawab menjaga kesehatan tidak hanya berada di pundak pemerintah maupun tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi kesadaran setiap individu, keluarga, dan komunitas.
“Melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ke-62, kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk ikut bergerak. Tidak perlu menunggu memiliki waktu khusus atau fasilitas olahraga yang lengkap. Kita bisa memulainya dengan berjalan kaki dan membiasakan aktivitas fisik setiap hari,” kata dr. Nursyamsi, Minggu, 1 November 2026.
Gerakan Indonesia Bergerak berlangsung pada 1–12 November 2026, dengan tantangan mengumpulkan 62.000 langkah selama tujuh hari berturut-turut. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.
Untuk mengikuti tantangan ini, peserta cukup memperbarui aplikasi SATUSEHAT Mobile, membuka misi Indonesia Bergerak, memilih sumber data langkah dari ponsel atau perangkat yang telah tersinkronisasi, kemudian mengumpulkan langkah hingga mencapai target yang ditentukan.
Selain itu, gerakan Satu Juta Langkah akan dilaksanakan secara serentak pada 15 November 2026, mulai pukul 06.00 waktu setempat. Kegiatan ini menargetkan akumulasi satu juta langkah melalui 1.000 titik pelaksanaan yang tersebar di 38 provinsi.
Beragam aktivitas fisik dapat dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari senam, jalan sehat, lari santai, bersepeda, yoga, aerobik, hingga olahraga tradisional. Ragam aktivitas ini membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat, tanpa dibatasi usia maupun pilihan olahraga tertentu.
Kedua gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya membudayakan aktivitas fisik sebagai implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan memperingati HKN, gerakan ini diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kebiasaan bergerak di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut juga sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, khususnya melalui Panca Daya ketiga tentang terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Sebab, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berbicara tentang kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga tentang kesehatan sebagai fondasi untuk tumbuh, berkarya, dan menjalani kehidupan secara produktif.
DKPPKB Sulawesi Barat berharap gerakan Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam peringatan HKN. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan menjadi pemantik perubahan perilaku, agar masyarakat semakin sadar bahwa tubuh yang sehat dibangun dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.
Pada akhirnya, langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar. Sebab, masyarakat yang sehat bukan hanya modal bagi kehidupan yang lebih berkualitas, melainkan juga fondasi bagi masa depan Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera. (*/Rigo Pramana)
