Udara Mamuju Belum Sepenuhnya Bersih, DLHK Sulbar Ingatkan Kelompok Rentan
Mamuju, TOKATA.id – Kualitas udara di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, berada pada kategori sedang berdasarkan data IQAir, Kamis (22/10/2026). Meski masih tergolong dapat diterima, masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau tetap waspada terhadap paparan polutan udara.
Berdasarkan data tersebut, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Mamuju tercatat sebesar 86, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 28,0 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparannya berpotensi memicu iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada orang yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Kategori sedang menunjukkan bahwa kualitas udara secara umum masih dapat diterima. Namun, kondisi tersebut bukan berarti seluruh masyarakat terbebas dari risiko. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu memberi perhatian lebih terhadap kondisi udara dan membatasi paparan apabila diperlukan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat, Zulkifli Manggazali, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.
“Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi kualitas udara dan melakukan langkah pencegahan sesuai kebutuhan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, serta jaga kesehatan agar terhindar dari dampak paparan polusi udara,” ujarnya.
Selain itu, DLHK Sulbar mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air putih dan menutup jendela apabila asap atau polusi mulai terasa pekat di lingkungan sekitar. Kelompok rentan juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk atau menimbulkan keluhan kesehatan.
Penyampaian informasi kualitas udara ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dari sumber yang relevan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara di sekitarnya.
Udara yang bersih bukan sekadar penunjang kenyamanan, melainkan bagian penting dari kualitas hidup. Karena itu, DLHK Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kualitas udara dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, serta nyaman bagi generasi sekarang dan mendatang. (*/Rigo Pramana)
