Perpusip Sulbar dan Kanwil Kemenkum Perkuat Sinergi, Sulbar Mandarras Diperluas
Mamuju, TOKATA.id – Upaya menumbuhkan budaya baca di Sulawesi Barat terus diperluas melalui kolaborasi lintas instansi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat menyambangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Kamis (22/10/2026), untuk meninjau fasilitas perpustakaan dan Pojok Baca sekaligus memperkuat dukungan terhadap Gerakan Sulbar Mandarras.
Kunjungan yang dikoordinatori Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusip Sulbar, Timothius, bersama tim tersebut disambut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Ahmad Sahrun, beserta jajaran.
Dalam suasana akrab, pertemuan itu menjadi ruang untuk mempererat komunikasi sekaligus merintis langkah bersama dalam mengembangkan budaya baca. Lebih dari sekadar kunjungan kelembagaan, agenda tersebut membuka peluang bagi kedua instansi untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan dan sumber pengetahuan yang berkualitas.
Salah satu hal penting yang dibahas ialah rencana penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang perpustakaan antara Perpusip Sulbar dan Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan literasi sekaligus menjaga keberlanjutan Gerakan Sulbar Mandarras.
Kedua pihak juga menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan fasilitas perpustakaan dan Pojok Baca di lingkungan perkantoran, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di kalangan aparatur serta masyarakat luas.
Sebagai langkah konkret, Perpusip Sulbar menyerahkan bantuan bahan bacaan melalui mekanisme pinjam pakai kepada Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat. Tambahan koleksi tersebut diharapkan memperkaya sumber bacaan yang tersedia, meningkatkan pemanfaatan Pojok Baca, serta memudahkan pegawai mengakses informasi dan pengetahuan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, akses literasi juga semakin terbuka melalui layanan digital. Dalam kesempatan itu, pihak Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat memperkenalkan E-Pus BPHN, layanan perpustakaan digital yang menyediakan akses elektronik terhadap bahan bacaan dan sumber informasi hukum.
Pengenalan layanan tersebut menjadi bagian dari pertukaran informasi antarlembaga mengenai pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan literasi. Kehadiran perpustakaan fisik dan digital diharapkan dapat saling melengkapi, sehingga kebutuhan informasi pengguna dapat dijangkau melalui beragam saluran.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusip Sulbar, Timothius, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan dengan perangkat daerah dan instansi vertikal di Sulawesi Barat.
“Pengembangan literasi membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya dari lembaga yang membidangi perpustakaan, tetapi juga dari seluruh pemangku kepentingan yang memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Timothius.
Ia berharap, pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan, baik melalui penyusunan PKS, penguatan fasilitas Pojok Baca, penyediaan bahan bacaan, maupun pelaksanaan program literasi yang inovatif dan bermanfaat.
Bagi Perpusip Sulbar, upaya menumbuhkan budaya baca bukan semata-mata tentang menyediakan buku, melainkan juga membuka jalan bagi masyarakat untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan membangun pengetahuan. Sebab, literasi tumbuh ketika bahan bacaan tersedia, akses semakin mudah, dan kemauan untuk membaca terus dirawat.
Semangat itu sejalan dengan Gerakan Sulbar Mandarras, yang mendorong tumbuhnya masyarakat gemar membaca dan belajar sepanjang hayat. Dengan semakin luasnya keterlibatan berbagai instansi, ruang-ruang literasi di Sulawesi Barat diharapkan kian hidup—menjadikan membaca bukan sekadar aktivitas sesaat, melainkan kebiasaan yang berakar dalam kehidupan kerja dan keseharian masyarakat. (*/Rigo Pramana)
