LMS Bangkom, Ikhtiar BKPSDM Sulbar Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital ASN
Mamuju, TOKATA.id – Transformasi digital dalam birokrasi tidak hanya menyangkut kecepatan pelayanan, tetapi juga bagaimana aparatur terus belajar, bertumbuh, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Berangkat dari semangat tersebut, Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial, dan Fungsional (Bangkom TMF) BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat mulai menyosialisasikan penggunaan Learning Management System (LMS) Bangkom, Rabu (21/10/2026), di Ruang Bidang Bangkom TMF BKPSDM Sulawesi Barat.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal penerapan LMS Bangkom, yang terlebih dahulu menyasar jajaran internal Bidang Bangkom TMF serta para administrator (admin) sistem. Untuk memastikan kesiapan operasionalnya, kegiatan tersebut menghadirkan tim Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat selaku pengembang platform.
LMS Bangkom merupakan inovasi digital yang digagas Bidang Bangkom TMF BKPSDM Sulawesi Barat untuk memperluas akses sekaligus menata penyelenggaraan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Melalui platform ini, berbagai program pembelajaran, mulai dari microlearning, micro skill, pelatihan teknis, webinar, hingga materi pengembangan kompetensi lainnya, dapat diakses secara lebih mudah, terstruktur, dan terdokumentasi.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial, dan Fungsional BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Kadir, mengatakan sosialisasi internal merupakan fondasi awal sebelum LMS Bangkom diterapkan secara lebih luas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
"Kami memulai implementasi LMS Bangkom dari internal bidang sebagai penggagas agar seluruh admin memahami tata kelola sistem, alur layanan, dan mekanisme pengelolaannya. Setelah seluruh proses berjalan optimal, platform ini akan menjadi media pembelajaran yang memudahkan ASN mengakses berbagai program pengembangan kompetensi secara digital," ujar Abdul Kadir.
Dalam sosialisasi tersebut, tim DiskominfoSS Provinsi Sulawesi Barat memaparkan berbagai fitur LMS, pengelolaan konten pembelajaran, manajemen pengguna, hingga tata cara administrasi sistem. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan para admin dalam mengoperasikan sekaligus mengembangkan platform, sehingga sistem tidak hanya tersedia secara teknis, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan kompetensi ASN merupakan langkah strategis untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, efektif, dan menjangkau lebih banyak aparatur.
"Pengembangan kompetensi ASN perlu beradaptasi dengan transformasi digital. Kehadiran LMS Bangkom diharapkan menjadi media pembelajaran yang mampu memfasilitasi ASN untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya secara berkelanjutan sesuai kebutuhan organisasi," kata Herdin.
Menurut Herdin, pengembangan LMS Bangkom juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong percepatan transformasi digital pemerintahan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Kedua hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui penerapan LMS Bangkom, BKPSDM Sulawesi Barat berharap pengembangan kompetensi ASN tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu tertentu. Sebaliknya, proses belajar diharapkan tumbuh menjadi budaya kerja yang berkelanjutan, seiring kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.
Sosialisasi ini menjadi titik awal dari upaya membangun ekosistem pembelajaran digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Sebuah ikhtiar agar setiap aparatur memiliki ruang yang lebih luas untuk memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperkuat kapasitas diri demi menghadirkan birokrasi yang semakin berkualitas. (*/Rigo Pramana)
