Kualitas Udara Mamuju Kategori Sedang, DLHK Sulbar Imbau Warga Tetap Waspada
Mamuju, TOKATA.id - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat menginformasikan bahwa kualitas udara di Kota Mamuju berada pada kategori sedang berdasarkan data IQAir, Rabu (21/10/2026).
Data tersebut mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Mamuju sebesar 79, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 24,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Meski belum masuk kategori buruk, kondisi ini tetap perlu dicermati, terutama oleh masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparannya berpotensi memicu iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Kategori sedang menandakan bahwa kualitas udara secara umum masih dapat diterima. Namun, kondisi tersebut bukan berarti seluruh masyarakat terbebas dari risiko. Anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan tetap perlu membatasi paparan polusi dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Kepala DLHK Sulbar, Zulkifli Manggazali, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi kualitas udara tersebut.
“Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi kualitas udara dan melakukan langkah pencegahan sesuai kebutuhan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, serta jaga kesehatan agar terhindar dari dampak paparan polusi udara,” ujarnya.
Selain itu, DLHK Sulbar mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih dan menutup jendela apabila asap atau polusi udara mulai terasa pekat di lingkungan sekitar. Kelompok rentan juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara dirasakan kurang baik.
Informasi kualitas udara ini menjadi pengingat bahwa lingkungan yang sehat bukan semata-mata tentang apa yang terlihat, melainkan juga tentang udara yang dihirup setiap hari. Kewaspadaan, pemantauan informasi, dan kebiasaan menjaga kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan polusi.
DLHK Sulbar mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber yang relevan serta menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi masing-masing. Kepedulian bersama diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di Provinsi Sulawesi Barat (*/Rigo Pramana)
