DKPPKB Sulbar Perkuat Layanan Kesehatan, dari Pencegahan HIV hingga Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut
Mamuju, TOKATA.id - DKPPKB Sulbar Perkuat Layanan Kesehatan, dari Pencegahan HIV hingga Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut. Penguatan layanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan, ketepatan perencanaan, serta kolaborasi yang terbangun di antara para pemangku kepentingan. Semangat itulah yang tercermin dalam empat agenda Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat sepanjang Oktober 2026.
Mulai dari penguatan penanggulangan HIV/AIDS, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mendeteksi penyakit gigi dan mulut, asistensi perencanaan anggaran tahun 2027 bersama DPRD, hingga peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, seluruh kegiatan tersebut memperlihatkan upaya membangun pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, terarah, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Memperkuat Penanggulangan HIV melalui Ketepatan Data
Salah satu agenda penting dilaksanakan melalui Technical Assistance (TA) Viral Load Meeting pada 20–22 Oktober 2026 di Wisma Malaqbi, Mamuju. Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2PKL), Program HIV/AIDS dan PIMS, ini melibatkan pengelola program HIV, petugas laboratorium, serta pengelola data dari enam kabupaten di Sulawesi Barat bersama fasilitas pelayanan kesehatan.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk mengevaluasi capaian pemeriksaan viral load, memvalidasi dan menyinkronkan data melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) 2.1, serta mengidentifikasi kendala dalam pemeriksaan dan tindak lanjut hasilnya.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pemeriksaan viral load merupakan bagian penting dalam memantau keberhasilan pengobatan antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV. Karena itu, ketepatan pemeriksaan, tata kelola data, dan kesinambungan tindak lanjut menjadi unsur penting dalam menjaga mutu layanan.
“Melalui pertemuan tersebut, diharapkan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan fasilitas pelayanan kesehatan semakin kuat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan Viral Load, mendukung keberhasilan pengobatan ARV, serta memperkuat upaya pencapaian target Fast Track Ending AIDS 2030 melalui strategi 95-95-95,” kata Nursyamsi.
Kegiatan ini didukung oleh Global Fund komponen AIDS Tahun Anggaran 2026. Penguatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan HIV/AIDS di Sulawesi Barat.
Mendorong Deteksi Dini, Memperluas Perlindungan Kesehatan
Selain penanggulangan HIV/AIDS, DKPPKB Sulbar juga memperkuat pelayanan kesehatan gigi dan mulut melalui pelatihan bagi pengelola program dari 30 puskesmas di enam kabupaten. Kegiatan yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 di Hotel Maleo, Mamuju, tersebut didukung oleh Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI).
Pelatihan dibuka oleh dr. Nursyamsi Rahim dengan peserta yang terdiri atas dokter gigi dan terapis gigi dan mulut. Mereka dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas promosi kesehatan, mendeteksi masalah sejak dini, serta melakukan tindak lanjut sesuai kompetensi di wilayah kerja masing-masing.
Dalam sambutannya, Nursyamsi menekankan bahwa deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
“Deteksi dini penyakit gigi dan mulut harus menjadi perhatian bersama. Melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kita berharap permasalahan kesehatan gigi dan mulut dapat ditemukan lebih awal, ditangani secara tepat, dan tidak menunggu sampai kondisinya menjadi lebih parah,” kata Nursyamsi.
Materi pelatihan meliputi kebijakan dan manajemen program kesehatan gigi dan mulut, promosi kesehatan berdasarkan siklus kehidupan, deteksi dini, tindak lanjut hasil pemeriksaan sesuai kompetensi, penggunaan fluorida sesuai indikasi, serta pencatatan dan pelaporan program.
Proses pembelajaran dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi, studi kasus, dan praktik lapangan. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari di puskesmas.
Penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini menegaskan pentingnya pergeseran orientasi pelayanan dari sekadar mengobati ketika keluhan muncul menuju upaya promotif dan preventif yang lebih kuat. Sebab, menemukan masalah lebih awal bukan hanya membantu ketepatan penanganan, melainkan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.
Perencanaan Anggaran Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Penguatan pelayanan kesehatan juga membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran yang tepat. Karena itu, DKPPKB Sulbar mengikuti asistensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat di Kantor DPRD Sulbar, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim bersama pejabat eselon III di lingkungan dinas. Asistensi dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim, sebagai bagian dari koordinasi eksekutif dan legislatif dalam membahas perencanaan program serta kebutuhan anggaran tahun mendatang.
Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan program kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana dengan prioritas pembangunan daerah serta kebutuhan masyarakat. Perencanaan yang terarah diharapkan dapat memperkuat efektivitas penggunaan anggaran dan mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
“Penyusunan anggaran yang terencana dan berbasis prioritas diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program strategis, meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, serta mendorong pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata dr. Nursyamsi Rahim.
Melalui koordinasi bersama DPRD, DKPPKB Sulbar berupaya memastikan agar perencanaan pembangunan tidak berhenti pada penyusunan program dan alokasi dana, tetapi berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, anggaran diharapkan menjadi instrumen pembangunan yang akuntabel, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.
Semarak HKN, Menumbuhkan Budaya Sehat dari Lingkungan Kerja
Di tengah agenda penguatan program dan perencanaan pembangunan, DKPPKB Sulbar juga membangun semangat kebersamaan melalui Semarak Lomba Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DKPPKB Sulbar, Rabu (21/10/2026), ini diikuti jajaran dinas sebagai bagian dari rangkaian peringatan HKN bertema “Sehat untuk Semua”.
Kegiatan dibuka oleh Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim bersama Sekretaris Dinas, para kepala bidang, dan kepala UPTD di lingkungan DKPPKB Sulbar.
Berbagai perlombaan digelar dalam suasana meriah, sportif, dan penuh keakraban. Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsatuan kerja, membangun kolaborasi, serta menjaga kebugaran jasmani dan kesehatan mental melalui aktivitas yang menyenangkan.
Tema “Sehat untuk Semua” mengandung pesan bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Upaya mewujudkan masyarakat yang sehat tidak hanya berlangsung di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, lingkungan kerja yang mendukung, dan kepedulian antarsesama.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti ketika perlombaan usai. Kebersamaan, sportivitas, dan energi positif yang tumbuh di lingkungan kerja perlu diterjemahkan menjadi kolaborasi yang lebih kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Merawat Kesehatan, Menguatkan Masa Depan Sulawesi Barat
Keempat agenda tersebut memiliki benang merah yang sama: membangun sistem kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mengedepankan pencegahan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola yang baik, dan kerja sama lintas sektor.
Penguatan pemeriksaan viral load menjadi bagian dari upaya menjaga keberhasilan pengobatan HIV. Pelatihan kesehatan gigi dan mulut memperluas kemampuan tenaga kesehatan dalam menemukan masalah sejak dini. Asistensi APBD membuka ruang penyelarasan program dan anggaran, sementara peringatan HKN menghidupkan semangat kebersamaan dalam membangun budaya sehat.
Seluruh langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sulawesi Barat, “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Pada akhirnya, pembangunan kesehatan bukan semata-mata tentang program yang terlaksana atau anggaran yang terserap. Ukuran terpentingnya terletak pada manfaat yang dirasakan masyarakat: layanan yang semakin mudah dijangkau, pencegahan yang semakin kuat, penanganan yang semakin tepat, serta kualitas hidup yang terus meningkat.
Melalui penguatan program, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perencanaan yang akuntabel, dan kolaborasi yang berkelanjutan, DKPPKB Sulbar terus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas demi masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (*/Rigo Pramana)
