Satpol PP dan Damkar Sulbar, Garda Depan Kesakralan HUT ke-22 Provinsi
Mamuju, TOKATA.id - Di balik khidmatnya puncak peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (22/09/2026), terdapat kerja yang tak selalu tampak di tengah panggung utama. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sulawesi Barat mengambil peran dalam memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Upacara yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat itu berlangsung khidmat. Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka hadir sebagai inspektur upacara, didampingi Ketua dan Anggota DPRD Sulbar, Gubernur Sulbar periode 2017–2022 Ali Baal Masdar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati se-Sulawesi Barat, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan, Wali Kota Makassar, Konsulat Jenderal Australia, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Di tengah cuaca yang cukup terik dan kondisi lapangan yang berdebu, jajaran Satpol PP dan Damkar Sulbar bergerak memastikan suasana upacara tetap nyaman. Sejumlah personel dan armada bahkan telah disiagakan sejak tahap gladi bersih hingga hari pelaksanaan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Andi Juandi, mengatakan penyiraman dilakukan secara berkala untuk menekan debu yang beterbangan di sekitar area upacara.
"Pagi dan sore hari waktu gladi kami siram. Pas hari H juga, sejak subuh kami turunkan anggota untuk melakukan penyiraman area sekitar lapangan," ujar Andi Juandi.
Langkah sederhana itu menjadi bagian penting dari persiapan teknis. Air disiramkan ke permukaan lapangan, meredam debu yang mudah beterbangan, sehingga para peserta dan tamu undangan dapat mengikuti prosesi dengan lebih nyaman.
Tak hanya soal pengamanan dan kesiapan area, Korps Musik (Korsik) Satpol PP Sulbar turut mengambil bagian dalam membangun suasana upacara. Dengan permainan yang kompak dan tertata, para personel Korsik mengiringi setiap rangkaian prosesi, menghadirkan irama yang berpadu dengan suasana sakral peringatan hari jadi provinsi.
Di tengah seluruh rangkaian tersebut, Kasatpol PP dan Damkar Sulbar, Aksan Amrullah, dipercaya memimpin upacara hingga selesai. Amanah itu dijalankan di tengah teriknya matahari dan padatnya rangkaian kegiatan.
Usai upacara, Aksan menyampaikan bahwa setiap tugas yang dipercayakan pimpinan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Baginya, loyalitas bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi juga memastikan setiap amanah dituntaskan dengan sebaik-baiknya.
"Dalam setiap penugasan yang diperintahkan atasan, kita mesti bertanggung jawab dan melaksanakan tugas dengan baik. Itu akan menjadi penilaian pimpinan, sehingga kita mesti loyal dan menyelesaikannya dengan baik," ujar Aksan.
Pesan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kerja di balik sebuah agenda besar pemerintahan: sebagian hadir di depan mata, sementara sebagian lainnya bekerja dalam senyap agar sebuah prosesi dapat berlangsung sebagaimana mestinya.
Setelah prosesi upacara berakhir, suasana peringatan Hari Jadi ke-22 Sulawesi Barat berlanjut dengan penampilan tari kolosal yang dibawakan para penari muda lokal. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan yang menutup rangkaian seremoni pagi itu.
Jajaran Satpol PP dan Damkar Sulbar tetap disiagakan untuk mendukung ketertiban dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Perayaan Hari Jadi ke-22 Sulbar sendiri masih akan berlanjut dengan sejumlah agenda pendukung.
Sulbar Fair di Anjungan Pantai Manakarra serta Sandeq Silumba yang mengambil titik start dari Pantai Banua, Majene, dan finis di Pantai Bahari, Polewali Mandar, dijadwalkan mulai pada 25 September 2026.
Rangkaian itu menjadi penanda bahwa perayaan hari jadi bukan sekadar seremoni sehari, melainkan sebuah perayaan yang terus bergerak—dari lapangan upacara, panggung budaya, hingga denyut pesisir Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)

.jpeg)