Perpusip Sulbar Terima Karya Penulis Muda, “Sakti Aku Bisa Nulis Cerpen dan Esai” Jadi Koleksi
Mamuju, TOKATA.id - Sebuah buku tak sekadar menyimpan kata-kata. Di dalamnya, ada gagasan, pengalaman, dan jejak pemikiran yang dapat diwariskan kepada pembaca lintas generasi.
Semangat itulah yang turut hadir ketika Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menerima karya salah seorang penulis muda Sulawesi Barat, Khalil El Rachman, berupa buku berjudul Sakti Aku Bisa Nulis Cerpen dan Esai, Rabu, 23 September 2026.
Penyerahan karya tersebut menjadi bentuk partisipasi penulis muda dalam memperkaya koleksi bahan pustaka di Perpusip Sulbar. Buku itu selanjutnya menjadi bagian dari koleksi perpustakaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bacaan sekaligus referensi.
Sakti Aku Bisa Nulis Cerpen dan Esai mengangkat dunia kepenulisan, khususnya cerpen dan esai. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pembaca untuk mengenal lebih jauh dunia kepenulisan, sekaligus mendorong tumbuhnya keberanian untuk menuangkan gagasan melalui kata-kata.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, mengapresiasi kontribusi penulis muda yang telah menyerahkan karyanya kepada perpustakaan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Khalil El Rachman yang telah berkontribusi melalui karya tulisnya. Kehadiran karya penulis muda seperti ini penting untuk memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi dan kepenulisan di Sulawesi Barat,” ujar Mustari.
Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang untuk mendokumentasikan, mengenalkan, dan menyebarluaskan karya masyarakat, termasuk karya para penulis lokal.
Penghimpunan karya tulis tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Perpusip Sulbar terhadap Gerakan Sulbar Mandarras yang digagas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Gerakan tersebut mendorong tumbuhnya budaya membaca dan menulis sekaligus meningkatkan minat literasi masyarakat Sulawesi Barat.
Bagi penulis muda, perpustakaan bukan sekadar deretan rak yang menyimpan buku. Ia dapat menjadi ruang perjumpaan antara karya dan pembaca—tempat sebuah tulisan menemukan jalan untuk hidup lebih panjang.
Karena itu, penyerahan buku tersebut diharapkan menjadi momentum yang mendorong semakin banyak penulis muda Sulawesi Barat untuk terus berkarya dan menjadikan perpustakaan sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Perpusip Sulbar terus membuka ruang bagi masyarakat, akademisi, pelajar, mahasiswa, serta penulis lokal untuk berkontribusi dalam pengembangan koleksi melalui karya-karya yang dihasilkan. Koleksi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari jejak literasi yang dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh generasi kini maupun generasi mendatang.
Dengan diterimanya buku Sakti Aku Bisa Nulis Cerpen dan Esai, Perpusip Sulbar kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung perkembangan literasi dan kepenulisan lokal, sekaligus memberi ruang bagi karya penulis Sulawesi Barat untuk dikenal, dibaca, dan memberi manfaat bagi masyarakat. (*/Rigo Pramana)
