BREAKING NEWS

DPMPTSP Sulbar Sinkronkan RKA 2027 dengan Penguatan Investasi dan Ekonomi Kreatif

 

Mamuju, TOKATA.id - Dari ruang perencanaan anggaran hingga geliat usaha di pusat perbelanjaan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan satu arah kerja: memperkuat pelayanan publik, membuka ruang investasi, dan menumbuhkan ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi masyarakat.

Komitmen itu tercermin dalam dua agenda yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026. Di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Kepala DPMPTSP Sulbar Kain Lotong Sembe bersama para ketua tim kerja dan jajaran staf memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 di hadapan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Pada hari yang sama, DPMPTSP Sulbar juga hadir dalam Opening Ceremony Karya Kreatif Ekonomi (KKE) Sulbar: Mandarpreneur Fair 2026 di Grand Atrium Maleo Town Square (MATOS), Mamuju. Kepala DPMPTSP diwakili Deciana Suzana, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda.

Dua agenda tersebut berkelindan dalam satu kepentingan: memastikan kebijakan dan anggaran pemerintah tidak berhenti di atas kertas, tetapi bermuara pada pelayanan yang lebih baik, iklim usaha yang semakin kondusif, serta terbukanya kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Dalam pemaparan RKA 2027, masing-masing ketua tim kerja DPMPTSP Sulbar menyampaikan program strategis sesuai bidang tugasnya, mulai dari pelayanan perizinan, penanaman modal, perencanaan, hingga penguatan tata kelola organisasi.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam arahannya menekankan agar penyusunan anggaran berorientasi pada hasil, efisiensi, dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Perangkat daerah juga didorong menghadirkan program yang mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus meningkatkan daya saing investasi di Sulawesi Barat.

Kain Lotong Sembe mengatakan, sejumlah program prioritas DPMPTSP Sulbar pada 2027 akan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan perizinan berbasis digital, penguatan promosi investasi, serta optimalisasi pendampingan bagi pelaku usaha.

Seluruh program tersebut, kata dia, dirancang secara terukur agar tetap berada dalam garis besar visi pembangunan daerah.

“Pemaparan RKA 2027 ini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program DPMPTSP Sulbar selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan mampu mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan,” ujar Kain Lotong Sembe.

Semangat yang sama hadir dalam Mandarpreneur Fair 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan daerah, meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku usaha di Sulawesi Barat.

Mandarpreneur Fair 2026 juga menjadi bagian dari keberlanjutan semangat Karya Kreatif Indonesia (KKI) Tahun 2026 Daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari kekuatan dan potensi lokal.

Bagi DPMPTSP Sulbar, penguatan UMKM tidak berdiri sendiri. Pertumbuhan pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang memungkinkan modal bergerak, pasar terbuka, perizinan mudah, dan investasi hadir sebagai pengungkit.

Karena itu, kehadiran DPMPTSP dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun iklim investasi yang kondusif sekaligus memperluas ruang sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Deciana Suzana menyampaikan, Mandarpreneur Fair 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan produk unggulan UMKM Sulawesi Barat sekaligus memperluas jejaring pemasaran dan pembiayaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap UMKM Sulawesi Barat semakin berdaya saing dan mampu memanfaatkan berbagai peluang pasar. DPMPTSP Sulbar berkomitmen mendukung kemudahan investasi dan pengembangan usaha agar ekonomi daerah terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Deciana.

Dari meja penyusunan anggaran hingga etalase produk UMKM, benang merahnya adalah upaya membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Perencanaan anggaran menjadi pijakan, pelayanan publik menjadi pintu, sementara investasi dan kewirausahaan menjadi salah satu jalan menuju pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui RKA 2027 dan dukungan terhadap Mandarpreneur Fair 2026, DPMPTSP Sulbar menegaskan komitmennya untuk menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam kerja yang lebih terukur: pelayanan yang semakin mudah, investasi yang semakin terbuka, serta UMKM yang memiliki ruang lebih luas untuk tumbuh dan naik kelas.

Dengan langkah tersebut, pembangunan ekonomi Sulawesi Barat diharapkan tidak hanya bergerak melalui angka-angka dalam dokumen anggaran, tetapi juga terasa dalam geliat usaha, tumbuhnya produk lokal, dan terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar