BREAKING NEWS

Dari Data ke Intervensi, DKPPKB Sulbar Perkuat Penanganan Stunting

 


Mamuju, TOKATA.id - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis data dan teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.

Penguatan itu dilakukan melalui Orientasi Teknis Pengoperasian Aplikasi Pelita Kesmas bagi petugas rumah sakit dan puskesmas. Kegiatan berlangsung pada 23–26 September 2026 di Grand Maleo Hotel Mamuju.

Kegiatan dibuka Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Putri Anindy, serta Pengelola Program Gizi Agustina Uta Tabang Kalua. Sebanyak 50 peserta dari rumah sakit, dinas kesehatan kabupaten, dan puskesmas terpilih mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, dr. Nursyamsi Rahim menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi oleh tenaga kesehatan untuk memperkuat pencatatan dan pelaporan penanganan gizi buruk dan stunting.

Menurutnya, data yang akurat dan tersedia tepat waktu bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan pijakan penting untuk menentukan intervensi yang tepat di lapangan.

“Orientasi ini bukan hanya untuk memahami cara menggunakan aplikasi, tetapi bagaimana data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung tindak lanjut penanganan gizi buruk dan stunting di masing-masing wilayah,” ujar dr. Nursyamsi.

Orientasi yang diselenggarakan Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Kerja DKPPKB Sulbar tersebut menghadirkan narasumber dari tingkat pusat dan internal DKPPKB Sulbar. Para peserta mendapatkan penguatan teknis pengoperasian Pelita Kesmas, termasuk pencatatan dan pelaporan melalui jejaring rumah sakit, dinas kesehatan kabupaten, hingga puskesmas.

Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar mendorong pengelolaan data gizi buruk dan stunting yang lebih akurat, terintegrasi, dan tepat waktu. Dengan data yang lebih tertata, intervensi di lapangan diharapkan semakin terarah, sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar