Aplikasi Fleksi Jadi Pilar Presensi dan Kinerja ASN di Era WFH
Mamuju, TOKATA.id - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Daerah (DiskominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat terus mengawal penerapan Aplikasi Fleksi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya dilakukan di RSUD Provinsi Sulbar, Senin (7/9/2026).
Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menuturkan, penerapan skema work from home (WFH) berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Sulbar Suhardi Duka menuntut kehadiran Aplikasi Fleksi sebagai sarana presensi digital yang tidak sekadar mencatat kehadiran, tetapi juga berorientasi pada pencapaian kinerja riil harian para pegawai.
Karena itu, pendampingan dinilai penting untuk memastikan seluruh OPD mampu beradaptasi dengan perubahan pola kerja modern berbasis teknologi. Pemanfaatan sistem digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat Panca Daya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
“DiskominfoSS Sulbar berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada seluruh OPD untuk mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Fleksi. Kita ingin memastikan presensi digital dan pengelolaan kinerja berbasis WFH ini benar-benar dipahami serta diimplementasikan secara efektif di tiap unit kerja,” ujar Ridwan.
Dalam sesi pendampingan yang berlangsung di Ruang Rapat Bidang Perencanaan dan Pengembangan RSUD Sulbar, tim teknis memaparkan dua panduan utama, yakni pengoperasian Aplikasi Fleksi serta pengelolaan layanan digital kepegawaian melalui ASN Sulbar.
Pranata Komputer Ahli Muda DiskominfoSS Sulbar, Darna Basmin, menjelaskan, materi disampaikan secara mendalam agar seluruh peserta dapat memahami alur kerja aplikasi dan mengoperasikannya secara mandiri.
“Dalam pertemuan ini ada dua pembahasan, yaitu penggunaan Aplikasi Fleksi dan ASN Sulbar. Untuk Aplikasi Fleksi, kami menjelaskan secara terperinci langkah-langkah penggunaannya agar peserta dapat memahami setiap tahapan dengan baik,” jelas Darna.
Direktur RSUD Provinsi Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, berharap pendampingan berkelanjutan dari DiskominfoSS Sulbar dapat membantu seluruh pegawai beradaptasi lebih cepat dengan budaya kerja digital.
Langkah tersebut menjadi pijakan penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan inovatif. Sebab, di tengah perubahan pola kerja, teknologi bukan sekadar alat untuk mencatat kehadiran, melainkan jembatan untuk memastikan setiap tugas tetap bergerak dan setiap kinerja dapat terukur.
(*/Rigo Pramana)
