BREAKING NEWS

Perkuat Ketahanan Kesehatan Daerah, DKPPKB Sulbar Dampingi Labkesmas Pasangkayu

 


Pasangkayu, TOKATA.id - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat sistem laboratorium kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pendampingan Implementasi dan Penguatan Jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tingkat 2 di Kabupaten Pasangkayu, 27–29 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dengan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Donggala sebagai Labkesmas Tingkat 4 Regional 8.

Pendampingan dilakukan Tim Kerja Tata Kelola dan Fasilitas Mutu Pelayanan Kesehatan Primer bersama UPTD Labkesmas DKPPKB Sulbar. Tim melibatkan Muh. Tamsil dari UPTD Labkesmas serta Ahmad, Ketua Tim Kerja Tata Kelola dan Fasilitas Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Bidang Kesehatan Primer dan Kesehatan Komunitas.

Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan penguatan kapasitas dan jejaring laboratorium kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tanggap terhadap berbagai ancaman kesehatan.

“Labkesmas memiliki peran strategis dalam mendukung deteksi dini dan respons terhadap masalah kesehatan masyarakat. Karena itu, kesiapan fasilitas, SDM, serta penguatan jejaring rujukan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut dr. Nursyamsi, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Penguatan Labkesmas, kata dia, diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun ketahanan kesehatan daerah yang semakin kokoh, responsif, dan berbasis data.

Di Kabupaten Pasangkayu, pendampingan difokuskan pada pemetaan fasilitas dan sumber daya manusia laboratorium, penyusunan rencana operasional pemanfaatan peralatan baru, mentoring dan pemecahan masalah teknis, serta penguatan jejaring dan rujukan spesimen.

Pasangkayu juga menjadi salah satu lokus prioritas penerima bantuan tiga peralatan utama melalui proyek Indonesia Public Health Laboratory System (InPULS) Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2026.

Melalui kegiatan tersebut, tim melakukan identifikasi terhadap kondisi sarana dan prasarana serta kapasitas tenaga laboratorium sebagai pijakan untuk memperkuat layanan. Pendampingan juga diarahkan untuk memastikan kesiapan pengoperasian peralatan yang akan diterima agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama antara DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, BLKM Donggala, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu.

Hasil pendampingan diharapkan menjadi pijakan bagi tindak lanjut penguatan mutu pelayanan, jejaring laboratorium, serta sistem rujukan spesimen secara berkelanjutan.

Sebab, di balik setiap hasil pemeriksaan laboratorium, terdapat kebutuhan akan informasi kesehatan yang cepat dan akurat. Dari sana, keputusan kesehatan dapat diambil lebih dini, dan perlindungan terhadap masyarakat dapat dibangun dengan pijakan yang lebih kuat.

Melalui sinergi lintas tingkat pemerintahan dan penguatan jejaring laboratorium, DKPPKB Sulawesi Barat terus mendorong tersedianya layanan kesehatan yang semakin berkualitas, responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar