Menakar Dedikasi Kader Posyandu, TP PKK Sulbar Gelar Penilaian di Pasangkayu
Pasangkayu, TOKATA.id – Dedikasi para kader Posyandu kembali mendapat perhatian. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat melakukan penilaian Kader Berprestasi Tahun 2026 di Posyandu Harapan, Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Selasa (18/8/2026).
Penilaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi sekaligus apresiasi terhadap kader Posyandu yang dinilai memiliki kinerja, dedikasi, inovasi, serta kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Mewakili Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Barat, hadir Ny. dr. Nursyamsi Rahim, yang juga menjabat Kepala DKPPKB Sulawesi Barat. Ia didampingi Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulbar, Putri Anindy, beserta tim teknis.
Dalam penilaian itu, tim menggali berbagai aspek pelaksanaan tugas kader, mulai dari pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab, keterampilan dalam memberikan pelayanan Posyandu, hingga kemampuan mendukung pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup.
Tak hanya soal kemampuan teknis, penilaian juga menyoroti kemampuan kader membangun kolaborasi dengan sesama kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar Posyandu mampu menghadirkan pelayanan yang semakin optimal dan menjangkau kebutuhan warga.
Ny. dr. Nursyamsi Rahim mengapresiasi kader Posyandu Harapan yang dinilai konsisten mengambil peran dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, kader memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jembatan terdekat antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kader adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kader tidak hanya dituntut aktif dalam pelayanan Posyandu, tetapi juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan berkolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, predikat kader berprestasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Lebih dari itu, keberhasilan kader tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kemampuan menjaga kesinambungan pelayanan Posyandu.
“Yang kita apresiasi adalah dedikasi, inovasi dan keberlanjutan. Kader yang baik adalah kader yang mampu menggerakkan masyarakat dan bekerja bersama tim untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas,” lanjutnya.
Penilaian Kader Berprestasi Tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, untuk memperkuat Posyandu sebagai wadah pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkarakter demi mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”
DKPPKB Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kapasitas kader agar Posyandu tidak berhenti sebagai tempat pelayanan kesehatan. Posyandu diharapkan tumbuh menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, sekaligus pusat edukasi kesehatan yang hadir dekat dengan denyut kehidupan warga.
Melalui penilaian tersebut, kader-kader terbaik dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus sumber inspirasi bagi kader lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan Posyandu.
“Kader hebat, Posyandu kuat. Posyandu kuat, masyarakat sehat. Dari desa kita membangun Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tutupnya.
(*/Rigo Pramana)
