Memasuki Bulan Kemerdekaan, Warga Sulbar Diimbau Bijak Menyaring Informasi Digital
Mamuju, TOKATA.id – Memasuki bulan Agustus, masyarakat Sulawesi Barat diimbau semakin cermat dan waspada dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Kewaspadaan itu dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran konten provokatif dan berita bohong (hoaks) yang berpotensi mengganggu persatuan, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfopers) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, Rabu (05/08/2026).
Menurut Ridwan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, yang mencermati tingginya potensi gangguan stabilitas di ruang digital selama momentum kebangsaan.
Ia menuturkan, bulan kemerdekaan kerap dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan narasi provokatif yang memancing emosi publik, baik melalui isu politik maupun kebangsaan. Karena itu, penguatan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat.
"Kita perlu mewaspadai konten provokasi yang berpotensi mengganggu persatuan," ujar Ridwan.
Ia menambahkan, penguatan literasi digital juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus membangun ketahanan masyarakat menghadapi dampak negatif transformasi digital.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Ridwan berharap masyarakat dapat mengisi bulan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang positif serta bersama-sama menjaga ruang siber tetap kondusif demi terciptanya suasana daerah yang aman, damai, dan harmonis.
Ridwan juga mengajak seluruh instansi, baik organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar, pemerintah kabupaten, lembaga vertikal, maupun insan pers sebagai mitra strategis pemerintah, untuk terus memperkuat literasi digital di tengah masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. (*/Rigo Pramana)
