BREAKING NEWS

DKPPKB Sulbar Perkuat Dukungan Kesehatan Jelang MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3

 

Mamuju, TOKATA.id - Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Barat memasuki tahap pemantapan. Di tengah persiapan sarana, tenaga pendidik, hingga kebutuhan dasar siswa, aspek kesehatan turut ditempatkan sebagai fondasi penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan sehat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno Finalisasi Pelaksanaan MPLS yang digelar di Aula Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Jalan TVRI Landi, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (31/8/2026).

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, hadir Sekretaris Dinas, pengelola program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pengelola Promosi Kesehatan.

Pertemuan tersebut mematangkan kesiapan operasional Sekolah Rakyat, termasuk menyangkut 450 siswa, kepala sekolah, guru, wali asuh, kebutuhan dasar peserta didik, hingga kesiapan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah dan asrama.

Bagi sektor kesehatan, persiapan tidak berhenti pada pemeriksaan kondisi fisik siswa. Lingkungan tempat mereka belajar dan tinggal juga menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan air bersih, sanitasi, makanan, hingga tempat tidur yang layak.

Di saat yang sama, sektor kesehatan akan mengambil peran melalui edukasi promotif dan preventif untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD agar seluruh kebutuhan Sekolah Rakyat dapat dipersiapkan secara optimal.

Menurutnya, kesiapan sebuah sekolah tidak semata-mata diukur dari tersedianya ruang belajar dan tenaga pengajar. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menjamin kebutuhan dasar, kesehatan, pengasuhan, serta perlindungan peserta didik.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah dukungan program kesehatan, di antaranya edukasi mengenai rehabilitasi Napza, HIV, perilaku hidup sehat, serta pencegahan perilaku berisiko pada anak dan remaja.

Pencegahan kebiasaan merokok menjadi salah satu perhatian khusus. Edukasi sejak awal dinilai penting untuk membangun kesadaran siswa mengenai dampak rokok sekaligus menanamkan pilihan hidup yang lebih sehat.

DKPPKB Sulbar turut menyiapkan dukungan melalui program Cek Kesehatan Gratis dan Promosi Kesehatan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menyampaikan bahwa keterlibatan sektor kesehatan dalam persiapan MPLS merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan peserta didik tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat dan aman.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Karena itu, aspek kesehatan, edukasi, pencegahan perilaku berisiko, dan deteksi dini perlu menjadi bagian dari lingkungan pendidikan,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, dukungan melalui CKG dan Promosi Kesehatan diharapkan tidak hanya membantu memastikan kondisi kesehatan siswa, tetapi juga memperkuat literasi kesehatan mereka agar mampu mengenali dan menjaga kesehatan diri sejak usia sekolah.

Keterlibatan DKPPKB Sulbar dalam persiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan yang terintegrasi. Pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak ditempatkan dalam satu tarikan napas untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih utuh bagi peserta didik.

Kolaborasi lintas OPD diharapkan mampu menghadirkan sekolah dan asrama yang sehat, aman, nyaman, ramah anak, sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter guna mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Pada akhirnya, MPLS bukan sekadar gerbang menuju ruang-ruang kelas. Ia menjadi awal dari perjalanan panjang anak-anak Sulawesi Barat untuk mengenal lingkungan baru, membangun kebiasaan, menempa karakter, dan menyiapkan masa depan.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan generasi Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar