Dari Kambing hingga Ayam Petelur, Pemprov Sulbar Perkuat Ekonomi Peternak di Majene
Majene, TOKATA.id - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menyerahkan bantuan ternak berupa kambing dan ayam petelur kepada kelompok tani dan ternak di Kabupaten Majene, Selasa, 25 Agustus 2026.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar memperkuat sektor peternakan sekaligus membuka dan memperluas sumber pendapatan masyarakat.
Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah dituntut memilih prioritas. Namun bagi Suhardi Duka, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti menyalakan harapan pembangunan.
Ia mengatakan, pemerintah memiliki cita-cita besar untuk membangun Sulbar, mulai dari membenahi infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, hingga memperkuat sumber-sumber ekonomi masyarakat.
“Kita ingin membangun daerah ini dengan harapan yang sangat tinggi. Kita ingin menyelesaikan infrastruktur, masih banyak jalan kita yang belum baik. Kita ingin perbaiki semua sekolah supaya masa depan anak-anak kita terjamin. Kita juga ingin melayani kesehatan masyarakat dengan baik. Termasuk sumber-sumber pendapatan masyarakat kita ingin perbaiki,” kata Suhardi Duka.
Menurut Gubernur Sulbar, kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini cukup berat. Karena itu, pemerintah harus menetapkan skala prioritas dalam mengalokasikan anggaran untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan Pemprov Sulbar tetap berkomitmen menopang pemerintah kabupaten, termasuk Kabupaten Majene.
Suhardi Duka menyebut Majene mendapat tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan belanja, termasuk pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), dan kebutuhan lainnya.
“Dengan demikian, persoalan pegawai di Kabupaten Majene selesai. Bahkan seluruh Provinsi Sulbar selesai persoalan pegawai. Kami juga sudah tambahkan untuk PPPK empat bulan dan sedikit juga yang lainnya,” ujarnya.
Tak hanya urusan aparatur, Suhardi Duka memastikan keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat pelayanan kesehatan masyarakat.
Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten, kata dia, berkomitmen agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan di seluruh institusi kesehatan yang ada di Sulbar.
“Alokasi anggaran, kalau tidak cukup sebagian dibantu oleh provinsi. Jadi kita saling menopang. Ada kabupaten yang kurang mampu, kita topang. Itulah kehadiran provinsi,” ungkap Suhardi Duka.
Peternakan dan Potensi Ekonomi Mandar
Mengenai bantuan peternakan, Suhardi Duka menilai sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sulbar, khususnya di Polewali Mandar dan Majene.
Menurutnya, masyarakat di wilayah Mandar telah memiliki kemampuan dalam beternak kambing. Karena itu, pemberian bibit ternak berkualitas diharapkan dapat menghasilkan produktivitas yang lebih baik dan memberi nilai ekonomi yang lebih besar bagi peternak.
“Tahun lalu, kita alokasi anggaran kambing cukup besar. Karena memang kita ingin melihat bahwa di Mandar ini, utamanya Polman dengan Majene, peternak-peternak kambingnya itu ahli-ahli semua, pintar-pintar semua. Jadi kalau dikasih kambing yang bagus, tampak bagus hasilnya,” pungkasnya.
Suhardi Duka kemudian mengenang pengalamannya saat masih menjadi anggota DPR RI. Ketika itu, ia pernah menyalurkan bantuan kambing kepada masyarakat di wilayah tersebut. Namun, kualitas ternak yang diterima belum sepenuhnya sesuai harapan.
“Tapi sekarang ini saya gubernur, saya yang pilih bibitnya. Jadi kambing-kambingnya agak bagus,” beber Suhardi Duka.
Ia mengakui jumlah bantuan kambing tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran. Namun, Pemprov Sulbar memastikan program tersebut akan kembali diperkuat pada tahun depan.
Untuk Kabupaten Majene, Suhardi Duka menargetkan jumlah kelompok penerima bantuan kambing ditambah menjadi 30 kelompok pada tahun mendatang.
“Tahun depan, kasih 30 untuk Kabupaten Majene. Kita tambah 30, jadi 30 kelompok untuk Kabupaten Majene tahun depan. Semoga rezeki ada,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat yang belum memperoleh bantuan tahun ini untuk tidak berkecil hati. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus membagi bantuan berdasarkan kemampuan yang tersedia.
“Jadi yang tidak dapat tahun ini, tidak usah kecewa, apalagi marah-marah, tidak usah. Karena memang membagi yang tidak cukup itu susah. Tapi rupanya yang tidak dapat tahun ini tidak ada yang marah. Karena dia tahu bahwa memang anggarannya provinsi dan kabupaten itu kecil. Jadi tidak ada yang marah,” kata Suhardi Duka dengan senyum lebar.
Ayam Petelur dan Peluang MBG
Selain kambing, pengembangan ayam petelur dan ayam pedaging juga menjadi perhatian Pemprov Sulbar. Suhardi Duka melihat sektor tersebut memiliki peluang besar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, hasil peternakan masyarakat dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan untuk program tersebut. Dengan begitu, program pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi peternak lokal.
“Ayam petelur, ayam pedaging, itu semua bisa masuk di MBG. Kita topang MBG sehingga anak-anak kita bisa makan di sekolah. Sebagaimana program Pak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Suhardi Duka menambahkan, Pemprov Sulbar juga mengalokasikan anggaran cukup besar untuk Kabupaten Majene tahun ini, termasuk untuk pembangunan infrastruktur dan sejumlah ruas jalan.
Ia mengajak masyarakat melihat berbagai dukungan anggaran dan program pemerintah sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun daerah.
“Saya kira ini semua patut kita syukuri. Dan orang yang bersyukur, insyaallah akan ditambah rezekinya oleh Allah SWT. Amin,” tutup Suhardi Duka. (*/Rigo Pramana)
