Dari Desa Taupe, Edukasi B2SA Didorong Jadi Gerakan Keluarga
Mamasa, TOKATA.id - Upaya membangun generasi sehat tak selalu bermula dari ruang-ruang besar. Di Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, perhatian itu dimulai dari hal paling dekat dengan kehidupan keluarga: pangan yang hadir di meja makan.
Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman serta Praktik Konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terhadap Program Penanganan Stunting Terpadu (PASTIPADU) dan penanganan kemiskinan ekstrem yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
Melalui edukasi pangan dan gizi, pemerintah mendorong masyarakat tidak hanya memahami pentingnya makanan bergizi, tetapi juga mampu memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Langkah tersebut diharapkan ikut memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan bimtek juga sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan ketahanan pangan, perbaikan gizi masyarakat, serta pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Peserta kegiatan terdiri atas TP PKK Desa Taupe, kader posyandu, bagian gizi, serta perwakilan Dinas Pangan Kabupaten Mamasa. Turut hadir Kepala Dinas Pangan Kabupaten Mamasa, Suriani T. Dellumaju, dan Kepala Desa Taupe, Demianus Demmarua.
Bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menyusun menu keluarga yang bergizi seimbang dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Pemanfaatan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memperbaiki kualitas konsumsi dan pemenuhan gizi.
Mewakili Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nugroho Hamid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
“Saya berharap seluruh peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga penerapan pola konsumsi B2SA semakin meluas di tengah masyarakat,” kata Nugroho.
Menurut dia, ketahanan pangan tidak semata-mata berbicara mengenai ketersediaan pangan. Lebih dari itu, ketahanan pangan juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi setiap anggota keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Mamasa, Suriani T. Dellumaju, secara resmi membuka kegiatan Bimtek Penyusunan Menu B2SA.
Dalam sambutannya, Suriani menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat atas pelaksanaan kegiatan tersebut di Desa Taupe. Menurutnya, bimtek menjadi ruang penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menyusun menu bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama kegiatan, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan membagikannya kepada keluarga serta masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Taupe, Demianus Demmarua. Ia menilai pelaksanaan bimtek menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Materi bimtek disampaikan oleh A. Candrawali dari IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia). Peserta mendapatkan materi mengenai prinsip penyusunan menu B2SA, pemenuhan kebutuhan gizi pada setiap tahapan usia, pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga, hingga praktik penyusunan menu yang sehat, ekonomis, dan mudah diterapkan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Peserta juga mendapat kesempatan berkonsultasi secara langsung mengenai penerapan menu B2SA sesuai kondisi dan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masing-masing.
Dari Desa Taupe, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang apa yang tersaji di atas piring, melainkan tentang bagaimana pangan dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan, mencegah stunting, dan membangun keluarga yang lebih mandiri.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat. Edukasi pangan dan gizi ini diharapkan turut mendukung Program PASTIPADU, penanganan kemiskinan ekstrem, serta percepatan penurunan stunting.
Pada akhirnya, pangan lokal bukan hanya tentang apa yang tumbuh di tanah sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kekayaan tersebut diolah menjadi sumber kesehatan dan kekuatan bagi generasi mendatang. (*/Rigo Pramana)
