Belajar Siaga Sebelum Bencana Datang, BPBD Sulbar Edukasi Siswa MTs Ainun Sahab Landi
Mamuju, TOKATA.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus menanamkan budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Upaya itu diwujudkan melalui simulasi tanggap bencana dan pengenalan sistem evakuasi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ainun Sahab Landi, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BPBD Sulawesi Barat untuk membekali masyarakat, khususnya peserta didik, dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi potensi bencana sejak dini. Sebab, dalam situasi darurat, pengetahuan yang terlatih dapat menjadi bekal penting untuk menyelamatkan diri dan orang lain.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka agar penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dilakukan secara nyata hingga menyentuh masyarakat dan satuan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Sulawesi Barat mengenalkan sistem evakuasi kepada para siswa, mulai dari mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul hingga memahami tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah mengatakan, sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Melalui simulasi seperti ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar bagaimana menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, serta memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujar Yasir Fattah.
Menurut Yasir Fattah, edukasi kebencanaan di sekolah memiliki arti penting karena peserta didik dapat menjadi agen perubahan yang membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Anak-anak adalah bagian penting dari upaya membangun ketangguhan masyarakat. Ketika mereka memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, mereka dapat membantu dirinya sendiri dan mengingatkan keluarga maupun orang di sekitarnya,” tutup Yasir Fattah. (*/Rigo Pramana)
