Teach-Back Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Leukemia, RSUD Sulbar Gelar Journal Reading
Mamuju, TOKATA.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat terus meningkatkan mutu layanan kesehatan. Melalui Bidang Pelayanan Sub Bidang Keperawatan, RSUD Sulbar menggelar Journal Reading tentang metode edukasi efektif bagi pasien leukemia pada Selasa, 30 Juni 2026, di Ruang Pertemuan Lantai 3 RSUD Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan ini sejalan dengan program Panca Daya yang digagas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terutama pilar pengembangan sumber daya manusia unggul berkarakter. Forum ilmiah ini mendorong perawat dan tenaga medis memperbarui pengetahuan sekaligus mengasah empati, sehingga asuhan keperawatan lebih profesional dan berdaya saing.
Narasumber Widyawaty memaparkan penelitian berjudul "Efektivitas Metode Edukasi Teach-Back dan Piktorial bagi Pasien Leukemia." Ia menekankan bahwa pasien leukemia kerap kehilangan kepercayaan diri dalam mengelola penyakit, yang berdampak pada kualitas hidup. Oleh karena itu edukasi yang tepat dari tenaga kesehatan menjadi kunci untuk membantu pasien menghadapi tantangan tersebut.
Materi yang dibedah berasal dari uji klinis acak terkontrol (Randomized Controlled Trial) di Rumah Sakit Shahid Beheshti, Hamadan, melibatkan 90 pasien yang dibagi menjadi tiga kelompok: Teach-Back (pasien diminta mengulang penjelasan dengan bahasanya sendiri), piktorial (menggunakan alat bantu gambar), dan kontrol (edukasi rutin). Dua kelompok intervensi menjalani delapan sesi edukasi mingguan mencakup informasi penyakit, manajemen gejala, dan teknik mengatasi stres, dengan pengukuran sebelum intervensi, serta pada satu dan dua bulan setelah intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan kedua metode interaktif meningkatkan efikasi diri dan kualitas hidup pasien secara signifikan dibandingkan edukasi rutin. Teach-Back terbukti lebih efektif mereduksi gejala klinis seperti kelelahan, nyeri, mual, gangguan tidur, dan masalah pencernaan. Efek positif metode ini bertahan hingga dua bulan pasca-program.
Widyawaty merekomendasikan penerapan konsisten metode Teach-Back oleh tenaga kesehatan—khususnya perawat—dalam asuhan harian pasien leukemia untuk mempercepat adaptasi dan pemulihan.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menyambut baik kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya implementasi temuan ilmiah di fasilitas layanan. "Kami mendukung Journal Reading ini sebagai langkah penyelarasan misi gubernur dalam mencetak SDM kesehatan yang unggul. Tenaga keperawatan tidak boleh stagnan; mereka harus inovatif. Saya berharap Teach-Back bukan sekadar diskusi, tetapi diterapkan di ruang perawatan pasien leukemia sehingga layanan kita semakin prima dan menyentuh aspek psikologis pasien," ujarnya. (*/Rigo Pramana)
