BREAKING NEWS

Capai 70 Persen, Asrama dan Ruang Belajar Diselesaikan Dulu, Sekolah Rakyat Rangas Siap Sambut Tahun Ajaran

 


Mamuju, TOKATA.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, didampingi Asisten I Setda dan sejumlah kepala OPD, meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Rangas, Kabupaten Mamuju, Jumat, 26 Juni 2026. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi dengan Kementerian Sosial terkait percepatan pembangunan dan penyelenggaraan sekolah tersebut.

Junda mengatakan pemerintah provinsi, atas arahan Menteri Sosial, diminta memastikan kesiapan fisik sekaligus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sulbar. Dari dua lokasi yang direncanakan, satu berada di Kabupaten Mamuju; pada lokasi ini progres pembangunan mencapai sekitar 70 persen.

Pemerintah menargetkan seluruh kesiapan fisik dapat dipastikan pada 1–5 Juli. Antara 5–10 Juli direncanakan mobilisasi guru dan tenaga kependidikan, lalu 10–13 Juli siswa mulai masuk. Namun Junda menegaskan, penyelesaian tidak boleh dipaksakan jika kondisi belum benar-benar aman.

“Kalau belum siap, jangan dipaksakan. Jangan sampai anak-anak masuk sementara aktivitas pembangunan masih berlangsung; itu berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan risiko lain. Keselamatan siswa tetap prioritas,” ujarnya.

Ia menjelaskan fokus utama saat ini adalah penyelesaian asrama dan ruang belajar agar dapat segera digunakan. Asrama dirancang menampung sekitar 30 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA, serta kebutuhan tempat tinggal bagi guru dan tenaga kependidikan. Fasilitas lain akan diselesaikan secara bertahap dengan syarat aktivitas pembangunan tidak mengganggu kawasan yang sudah ditempati peserta didik.

Junda optimistis bila pembangunan berjalan sesuai jadwal, Sekolah Rakyat di Sulbar sudah dapat menerima peserta didik pada tahun ajaran baru. Pemerintah Provinsi mendukung penuh program strategis pusat itu karena membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Program Sekolah Rakyat ini sangat baik. Di sini negara memenuhi kebutuhan siswa: tempat tinggal, makan, pendidikan, hingga layanan kesehatan,” kata Junda.

Atas arahan Gubernur Suhardi Duka, Pemprov diminta terus mengawal pelaksanaan program dan menjaga koordinasi dengan pelaksana proyek serta pemerintah pusat. “Kami akan terus berkoordinasi. Jika ada kendala di lapangan, kita selesaikan bersama. Bila perlu dukungan pusat, akan kami sampaikan agar pembangunan selesai tepat waktu dan proses belajar segera dimulai,” tutup Junda Maulana. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar