BREAKING NEWS

Safaruddin di PAIR 2026: Rumput Laut Jadi Peluang Ekonomi Baru Sulbar

 


Makassar, TOKATA.id — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat komitmen mengembangkan sektor rumput laut yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Bentuk nyatanya terlihat saat Kepala DKP Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, menjadi panelis dalam PAIR (Partnership for Australia–Indonesia Research) Annual Meeting 2026 di UNHAS Hotel & Convention, Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (21/07/2026).

Kegiatan itu sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Sekretaris Provinsi Junda Maulana, khususnya implementasi PANCADAYA: mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan serta mempercepat pengentasan kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan industri rumput laut dinilai strategis untuk menggerakkan ekonomi pesisir dan membuka peluang investasi daerah.

Forum riset bilateral ini didanai Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) serta Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program dikelola Australia–Indonesia Centre (AIC) di Monash University bersama Universitas Hasanuddin, dengan tujuan memperkuat kolaborasi penelitian dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi.

Rangkaian hari pertama dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Hasanuddin, Professor Jamaluddin Jompa, dan Boyd Whalan, Executive Director AIC, di ballroom UNHAS Hotel.

Safaruddin sebagai panelis tampil pada talk show bertema “Industri Rumput Laut Berkelanjutan”, yang dipandu Prodita Sabarini dari The Conversation Indonesia. Diskusi menghadirkan akademisi, pejabat pemerintah, dan pelaku industri, antara lain:

  • Shinta Werorilangi – Universitas Hasanuddin

  • Prof. Daniel Prajogo – Monash University

  • Aditya Herry Emawan – Ketua Tim Kerja Perbenihan Rumput Laut, Direktorat Rumput Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan

  • Muhammad Ilyas – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan

  • Safaruddin Sanusi DM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

  • Arman Arfah – Ketua KOSPERMINDO/ASPPERLI

Safaruddin memaparkan potensi besar Sulawesi Barat dalam budidaya rumput laut sekaligus mengingatkan sejumlah tantangan yang mesti diatasi bersama. Ia menyorot bahwa banyak sumber daya kelautan di Sulbar belum dimanfaatkan secara optimal oleh sektor swasta.

“Perbedaan kita dengan daerah lain adalah masih banyak sumber daya di Sulawesi Barat yang belum dikelola secara maksimal oleh pihak swasta. Ini peluang besar yang harus kita dorong agar potensi tersebut memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Safaruddin.

Dia menekankan perlunya peningkatan kualitas budidaya. Keterbatasan pengetahuan pengelolaan berdampak pada mutu produk sehingga terkadang gagal memenuhi standar pasar. Selain itu, ketiadaan industri pengolahan hilir di Sulbar mengurangi nilai tambah komoditas rumput laut.

“Pengembangan industri hilir penting supaya rumput laut tidak hanya dijual sebagai bahan baku, melainkan diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi. Misi saya bukan hanya memetakan potensi, tapi menawarkan peluang investasi agar industri ini memberi manfaat luas,” ujar Safaruddin.

Safaruddin memaparkan data potensi lahan budidaya rumput laut Sulbar seluas 5.706 hektare, tersebar di Kabupaten Majene, Polewali Mandar, Mamuju, hingga Mamuju Tengah. Saat ini baru 1.951 hektare yang dimanfaatkan. Untuk memperbesar pemanfaatan, DKP Sulbar akan menguatkan regulasi, memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha, dan memperkuat pendampingan teknis melalui penyuluh perikanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat dukungan mulai dari aspek teknis budidaya, peningkatan kualitas, hingga akses pasar. Pemerintah hadir untuk menciptakan ekosistem yang mendukung berkembangnya industri rumput laut,” kata Safaruddin.

Setelah sesi talk show, Safaruddin melanjutkan kegiatan pada Research Advisory Panel (RAP) Meeting – Closed Special Session (15.00–17.00 WITA) di Idea 2 Room. Pertemuan itu membahas hasil riset, rekomendasi kebijakan, dan peluang penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan.

Safaruddin mengatakan hasil PAIR Annual Meeting 2026 akan dilaporkan kepada Gubernur Suhardi Duka dan menjadi masukan bagi langkah strategis pengembangan rumput laut Sulawesi Barat. “Pekan ini saya dan jajaran akan mendampingi Bapak Gubernur untuk bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan. Hasil pertemuan ini akan menjadi bahan laporan saya kepada Gubernur,” tutupnya.

Melalui forum PAIR, DKP Sulbar berharap membuka ruang kolaborasi riset, investasi, dan inovasi teknologi agar sektor rumput laut menjadi penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar