BREAKING NEWS

Panca Daya dan Transmigrasi, Menata Desa Jadi Pusat Produk Unggulan



Mamuju, TOKATA.id — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat perencanaan berbasis data untuk mengembangkan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif dan berdaya saing.

Langkah itu sejalan dengan visi pembangunan Panca Daya yang diusung Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, bertujuan mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Kawasan Transmigrasi Berbasis Produk Unggulan yang diselenggarakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Rabu (10/6/2026).

Amujib mengatakan kawasan transmigrasi bukan sekadar permukiman, melainkan sentra produksi dan pengembang komoditas unggulan yang mampu menjadi katalis lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan. “Sulawesi Barat memiliki keunggulan karena seluruh kabupaten memiliki kawasan transmigrasi. Potensi ini harus dikelola melalui perencanaan berbasis data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut Amujib, pengembangan transmigrasi selaras dengan arah Panca Daya—terutama dalam meningkatkan daya saing ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mengoptimalkan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan harus didasarkan pada data komprehensif: kondisi sosial-ekonomi masyarakat, potensi wilayah, komoditas unggulan, dan ketersediaan infrastruktur dasar.

Dengan pendekatan tersebut, kata Amujib, pemerintah dapat menetapkan prioritas pembangunan secara tepat sehingga program memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Pembangunan tidak bisa dilakukan parsial oleh satu perangkat daerah. Diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar program saling mendukung dan menghasilkan dampak optimal,” ujarnya.

Dalam rapat itu dibahas rencana pengembangan 20 desa transmigrasi berbasis produk unggulan melalui optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Pemerintah juga memetakan potensi wilayah dan komoditas unggulan secara spasial pada lahan seluas 50–200 hektare sebagai dasar kebijakan yang lebih terukur dan terintegrasi.

Bapperida Sulbar menyatakan langkah ini sebagai implementasi perencanaan berbasis bukti (evidence-based planning), di mana data menjadi fondasi penentuan arah kebijakan, prioritas program, dan alokasi sumber daya.

Pengembangan kawasan transmigrasi berbasis produk unggulan diharapkan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru, memperkuat ketahanan pangan, mengurangi kesenjangan antardaerah, dan mendorong pemerataan pembangunan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis kawasan transmigrasi bisa menjadi motor penggerak pembangunan yang mempercepat pencapaian visi Panca Daya dan menghadirkan kesejahteraan lebih merata bagi masyarakat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar